Hipertensi adalah kondisi umum di Amerika Serikat, di mana sekitar 46% orang dewasa terkena tekanan darah tinggi. Selain perubahan gaya hidup dan pengobatan, terapi akupuntur untuk hipertensi juga dapat membantu mengatasi gejalanya.
Akupuntur, teknik penyembuhan Tiongkok kuno, melibatkan penempatan jarum halus pada titik-titik akupuntur di tubuh Anda untuk merangsang penyembuhan. Bukti mengenai manfaat akupuntur untuk hipertensi masih beragam, tetapi beberapa penelitian menunjukkan potensi positif. Untuk mencoba terapi akupuntur, simak pembahasan lengkap yang dilansir dari laman Health Line berikut ini.
Apakah akupuntur dapat mengobati semua jenis tekanan darah tinggi?
Terapi akupuntur dapat membantu mengatasi beberapa jenis hipertensi, baik itu hipertensi primer maupun sekunder. Hipertensi primer, yang tidak memiliki penyebab tunggal, sering kali terkait dengan faktor risiko seperti genetika, usia, dan gaya hidup. Sementara itu, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi kesehatan atau obat-obatan tertentu dan dialami oleh 5% hingga 10% orang dengan tekanan darah tinggi.
Baca juga: Titik Akupresur Untuk Mengatasi Hipertensi
Manfaat terapi akupuntur untuk hipertensi primer
Terapi akupuntur dapat membantu mengelola hipertensi primer, terutama dengan mengurangi dampak faktor risiko seperti usia dan stres. Sebuah studi pada 2021 melibatkan 122 wanita menopause yang menerima akupuntur setiap 6 bulan selama 2 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa akupuntur signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita yang menerima akupuntur dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Selain itu, penelitian pada tahun 2014 menunjukkan bahwa terapi akupuntur dapat membantu menurunkan tingkat stres kronis, yang juga dapat meningkatkan risiko hipertensi primer.
Manfaat terapi akupuntur untuk hipertensi sekunder
Jika untuk hipertensi primer akupuntur dapat membantu mengelola dampak faktor risiko seperti usia dan stres, pada hipertensi sekunder, sebuah studi menunjukkan bahwa akupuntur tidak berpengaruh pada tekanan darah peserta dengan apnea tidur obstruktif.
Baca juga: Bagaimana Akupuntur Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Anda?
Meski begitu, terapi akupuntur untuk hipertensi sekunder dapat membantu meredakan berbagai gejala seperti kondisi tiroid, diabetes tipe 2, penyakit ginjal, dan kehamilan. Studi pada 22 wanita hamil dengan preeklampsia menunjukkan bahwa akupuntur dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih signifikan daripada perawatan biasa saja.
Studi kasus bahkan menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu seorang wanita mempertahankan kehamilannya setelah menerima diagnosis preeklampsia pada 27 minggu.
Bagaimana akupuntur membantu mengatur tekanan darah?
Akupuntur bekerja dengan menyeimbangkan qi tubuh Anda melalui titik akupuntur yang terhubung dengan organ dalam Anda melalui meridian. Merangsang titik-titik tertentu dengan benar dapat memengaruhi sistem saraf pusat tubuh Anda, aliran darah, dan produksi hormon utama.
Dalam hal hipertensi, akupuntur dapat membantu mengatur tekanan darah dengan memengaruhi hormon dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS), serta meningkatkan kadar neurotransmitter dopamin untuk menurunkan stres oksidatif dan menjaga keseimbangan tekanan darah. Penelitian juga menunjukkan efek relaksasi akupuntur pada dinding arteri dan vena, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.



