Hasil kajian mendapati bahwa di Indonesia, banyak orang yang menderita diabetes tipe 2. Apa itu sakit Diabetes tipe 2, dan obat herbal alami apa yang ampuh untuk menyembuhkan tipe sakit seperti ini?
Pertama-tama, perlu dipahami bahwa insulin merupakan hormon yang membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Hormon ini diproduksi oleh pankreas ketika seseorang makan.
Pada diabetes tipe 2, tingginya kadar gula darah terjadi akibat resistensi insulin, yaitu kondisi sel ketika tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik.
Melansir dari Kompas, berikut sejumlah obat herbal alami untuk mengatasi diabetes tipe 2.
1. Gymnema
Obat alami diabetes tipe 2 yang ketiga adalah Gymnema. Gymnema atau lengkapnya Gymnema sylvestre adalah tanaman rambat mirip sirih yang berasal dari India yang dapat menjadi obat alami untuk mengatasi diabetes.
Tanaman ini dijuluki “penghancur gula” dan banyak dimanfaatkan dalam pengobatan Ayurdeva.
Satu ulasan pada 2019 dari studi pada hewan pengerat tentang diabetes menunjukkan bahwa Gymnema memiliki manfaat sebagai berikut:
- Menurunkan kadar glukosa darah
- Meningkatkan antioksidan
- Mengurangi stres
- Menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida
- Menurunkan berat badan dan menghambat akumulasi lemak
- Meningkatkan produksi insulin
- Menurunkan risiko peradangan
Satu studi manusia menemukan mereka yang mengonsumsi mint yang mengandung gymnema melaporkan keinginan yang lebih rendah untuk makanan manis seperti cokelat.
Jadi, mengkonsumsi Gymnema dapat membantu penderita diabetes mengurangi asupan gula.
2. Jahe
Obat alami diabetes tipe 2 berikutnya adalah jahe. Jahe adalah rempah lainnya yang telah dimanfaatkan orang selama ribuan tahun sebagai bahan pengobatan tradisional.
Orang sering menggunakan jahe untuk membantu mengobati masalah pencernaan dan peradangan.
Namun, ulasan penelitian pada 2015 menunjukkan bahwa jahe juga dapat menjadi obat alami untuk mengatasi diabetes.
Para peneliti menyimpulkan bahwa jahe menurunkan kadar gula darah, tanpa menurunkan kadar insulin darah. Sehingga, jahe dapat mengurangi resistensi insulin pada orang dengan diabetes tipe 2.
Studi kecil pada 2017 kemudian menemukan bahwa jahe dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c (hemoglobin A1c).
HbA1c adalah salah satu penanda yang dilihat dokter saat memantau diabetes, kadar lipid, kolesterol, dan sensitivitas insulin.
Jahe dapat dikonsumsi sebagai obat alami yang membantu Anda mengatasi diabetes dalam beragam bentuk, seperti: Bumbu masakan Minuman, yang diseduh menjadi teh atau dijadikan minuman berkarbonasi (ginger ale) Suplemen kapsul
3. Lidah buaya
Obat alami diabetes tipe 2 lainnya adalah lidah buaya. Lidah buaya telah dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak kegunaan untuk menjadi obat alami.
Salah satunya bisa menjadi obat alami untuk mengatasi diabetes tipe 2 dengan cara memperlambat perkembangannya.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu melindungi dan memperbaiki sel beta di pankreas yang memproduksi insulin.
Para peneliti percaya bahwa hasil tersebut karena efek antioksidan lidah buaya. Ulasan 2020 dari studi pada sel hewan perihal manfaat lidah buaya untuk mengatasi diabetes tipe 2 menemukan bukti bahwa:
- Lidah buaya meningkatkan kadar insulin
- Lidah buaya meningkatkan kesehatan dan jumlah sel di pankreas yang memperoduksi insulin
- Lidah buaya dapat membantu melindungi penderita diabetes dari penyakit ginjal, depresi, dan kecemasan dengan mengurangi stres oksidatif
- Lidah buaya dapat membantu meningkatkan kesehatan mata, seperti yang terlihat dalam satu penelitian pada hewan pengerat.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan keefektifan lidah buata dalam mengatasi diabetes.
4. Pare
Obat alami diabetes tipe 2 yang kedua adalah pare. Pare yang memiliki nama ilmiah Momordica charantia, sudah berabad-abad dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di China dan India.
Pare mampu membantu Anda mengelola diabetes. Dalam studi pada 2020, 90 peserta mengambil ekstrak pare atau plasebo.
Mereka yang mengambil ekstrak pare memiliki kadar glukosa darah puasa yang lebih rendah setelah 12 minggu mengkonsumsinya.
Ulasan studi lainnya mencatat bahwa orang yang telah mengkonsumsi pare dalam berbagai bentuk untuk membantu mengobati diabetes, sering kali hasilnya positif.
Mengkonsumsi pare dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah pada beberapa orang.



