5 Cara yang Benar Konsumsi Teh Hijau, Bantu Wujudkan Tubuh Ideal

Seperti kita ketahui, teh hijau disebut bisa membantu menurunkan berat badan. Sehingga, jenis minuman yang satu ini cocok bagi orang yang ingin memiliki bentuk tubuh ideal.

Namun, harus diketahui mengkonsumsi teh hijau untuk menurunkan berat badan tidak boleh dilakukan secara asal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mendapat manfaat dari teh hijau.

Teh hijau dipercaya dapat menurunkan berat badan asal dikonsumsi dengan cara yang tepat. Agar khasiatnya bisa didapat, hindari mencampurkan apapun ke dalam teh hijau yang akan diminum.

Kita juga harus paham dan mengetajui waktu terbaik untuk mengonsumsi minuman ini. Biar lebih jelas, simak ulasan seputar cara minum teh hijau di bawah ini!

Yuk simak beberapa tips dan panduan cara mengonsumsi teh hijau, agar khasiatnya dalam membentuk tubuh ideal bisa maksimal:

1. Teh Hijau diminum Saat Hangat

Teh hijau memang bisa dinikmati dalam keadaan hangat ataupun dingin. Namun, jika kamu menginginkan khasiat untuk menurunkan berat badan, sebaiknya nikmati teh hijau dalam keadaan hangat. Jika kamu menyeduh langsung daun teh hijau asli, sebaiknya seduh dengan air panas di suhu 80-90 derajat Celsius. Biarkan sejenak sampai teh menjadi hangat, lalu minum hingga habis.

2. Teh Hijau Diminum 3-4 Kali Sehari

Selain diminum hangat-hangat, teh yang satu ini sebaiknya dikonsumsi sebanyak 3-4 kali sehari. Waktu terbaik untuk meminumnya adalah setelah sarapan, karena minum teh dalam kondisi perut yang kosong dapat merangsang produksi asam lambung.

Setelah itu, di siang hari minumlah lagi teh hijau untuk menyegarkan tubuh dan pikiran setelah menjalankan aktivitas yang padat. Setelah makan malam, kamu dapat kembali meneguk secangkir teh hijau. Namun, selain di waktu-waktu tersebut, kamu juga bisa menikmati teh hijau di sore hari setelah pulang bekerja.

BACA JUGA  Selain Jahe, 4 Herbal Ini Diyakini Jaga Kesehatan Kelenjar Tiroid

Sebab, teh hijau tak hanya membantu proses diet, tetapi juga bisa membuat tubuh jadi lebih segar. Jika kamu ingin diskusi lebih lanjut tentang konsumsi teh hijau, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter gizi. Sekarang, diskusi dengan dokter gizi juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

3. Teh Hijau Tidak Boleh Ditambahkan Campuran Apapun

Suka dengan matcha latte atau minuman olahan teh hijau lainnya? Kalau sedang diet, sebaiknya jangan tambahkan campuran apapun ke dalam teh hijau, ya. Sebab, teh hijau yang dicampur dengan susu, madu, atau jeruk nipis sangat tidak disarankan untuk diet. Alangkah lebih baik jika kamu benar-benar mengonsumsi seduhan daun teh hijau murni, jika ingin menurunkan berat badan.

Penambahan susu atau madu dapat meningkatkan kandungan kalori di dalam teh hijau. Sementara jeruk nipis memang memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan, tetapi teh hijau yang sudah dicampur dengan jeruk nipis sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat penyakit maag.

4. Teh Hijau Tidak Boleh Diminum Sebelum Tidur

Jika sedang menjalani program diet, sebaiknya hindari minum teh hijau sebelum tidur. Sebab, teh hijau mengandung kafein, meski jumlahnya tidak sebanyak kopi. Kandungan kafein ini dapat membuat kamu jadi susah tidur jika meminumnya kurang dari 2 jam sebelum tidur. Oleh karena itu, hindari minum teh hijau sebelum tidur untuk mencegah insomnia.

Kurang tidur justru akan mengacaukan proses metabolisme tubuh, sehingga pembakaran lemak di dalam tubuh tidak optimal. Jadi sebaiknya minumlah teh hijau setelah makan malam. Itu artinya, kamu harus makan malam kurang dari 4 jam sebelum waktu tidur. Setelah makan, minumlah teh hijau yang baru diseduh.

BACA JUGA  Manfaat Kayu Bajakah Sebagai Obat Herbal untuk Kesehatan

5. Jangan Hanya Mengandalkan Teh Hijau

Berbagai cara minum teh hijau yang telah dijelaskan tadi memang bisa membantu proses menurunkan berat badan. Namun, perlu diketahui bahwa teh hijau bukanlah jalan pintas untuk memiliki berat badan yang ideal, sehingga kamu sebaiknya tidak hanya mengandalkan teh hijau.

Teh hijau memang mengandung epigalokatekin galat (EGCG) untuk memproduksi hormon yang mampu mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh, tapi kamu juga harus memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Layaknya seorang yang sedang diet, kamu harus mengurangi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Selain itu, kamu juga harus rutin berolahraga untuk mempercepat proses pembakaran lemak dan kalori di dalam tubuh.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...