7 Langkah Cara Aman Cukur Bulu Kemaluan

Ingin mencukur bulu kemaluan, tapi masih bingung dan ragu? Mencukur bulu kemaluan memerlukan cara tertentu agar tidak menyebabkan luka. Artikel ini membagikan tips cara aman cukur bulu kemaluan.

Mencukur bulu kemaluan tidak seperti saat Anda mencukur rambut halus di wajah atau kaki. Anda membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian khusus karena area genital sangat sensitif.

Berikut ini adalah beberapa alat yang perlu disiapkan sebelum mulai mencukur atau memotong bulu (rambut) kemaluan:

  • sisir,
  • gunting kecil,
  • alat cukur manual dengan kepala berlekuk (pivoting razor),
  • krim atau gel cukur, jangan gunakan sabun,
  • minyak cukur (tanpa parfum),
  • pelembap biasa (tanpa pewangi), atau gel lidah buaya, dan
  • cermin.

Penting untuk diperhatikan, sebaiknya bedakan peralatan cukur bulu kemaluan Anda dengan peralatan cukur rambut tubuh lainnya.

Ini karena ada bakteri dan ragi tertentu yang hidup di area selangkangan Anda.

Jika peralatan cukur untuk bulu kemaluan dan rambut di bagian tubuh lain digunakan bersamaan, bakteri dan ragi pada area genital bisa menyebabkan jamur, seperti kadas atau kurap, yang menyebar.

Cara Aman Mencukur Bulu Kemaluan

Berikut ini tujuh cara aman mencukur rambut atau bulu kemaluan:

1. Pangkas rambut kemaluan terlebih dahulu dengan gunting kecil

Rambut kemaluan memiliki tekstur yang lebih tebal, kasar, dan cenderung keriting. Saat Anda mencukur rambut panjang dan keriting ini, mata pisau cukur akan menarik batang rambut.

Ini memudahkan bulu kemaluan untuk tumbuh kembali ke dalam kulit sehingga menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, terburu-buru bercukur dapat menyebabkan luka cukur, gatal, atau rambut kesat (stubble).

Oleh karena itu, cara yang disarankan adalah memotong rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum mencukur dengan menggunakan razor.

BACA JUGA  Stroke dan Pengobatan Akupuntur untuk Menanganinya

Sebelum Anda mulai memangkas, gosok gunting Anda dengan alkohol untuk mensterilkan mata pisaunya.

Pangkas rambut kemaluan, tetapi sebaiknya jangan sampai permukaan kulit.

Pastikan Anda menyisakan sedikit batang rambut, sekitar 0,5 sentimeter (cm), untuk memudahkan saat bercukur nanti.

Langkah ini juga sekaligus menghindari potensi rambut yang bertumbuh ke dalam.

2. Awali dengan mandi air hangat

Anda tidak disarankan mencukur bulu kemaluan dalam keadaan kering.

Awali dengan mandi air hangat untuk membuat proses bercukur lebih mudah serta menghindari Anda dari risiko luka gores.

Suhu hangat saat Anda mandi memungkinkan kulit untuk melunak dan meluruhkan minyak dan kotoran.

Selain itu, air akan secara alami bertindak sebagai pelumas untuk melemaskan folikel rambut dan mencegah rambut tertarik.

Selanjutnya, keringkan dan tunggu beberapa menit untuk membiarkan kulit pulih.

3. Oleskan minyak cukur

Minyak akan melembapkan kulit dan menciptakan lapisan penghalang.

Dengan begitu, pisau cukur dapat lebih mudah dipakai dan bukannya menyeret kulit.

Di sisi lain, minyak cukur membantu mencegah timbulnya ruam merah akibat bercukur, iritasi, dan rambut tumbuh ke dalam.

4. Oleskan krim atau gel cukur

Pastikan kulit dalam kondisi lembap, tetapi tidak terlalu basah.

Jika Anda memiliki kuas cukur, oleskan krim atau gel cukur dalam gerakan melingkar untuk mengangkat rambut dan mendapatkan hasil cukur yang lebih presisi.

Gunakan tangan Anda untuk melakukan langkah ini, tak perlu menggunakan kuas.

5. Mulai bercukur

Arahkan pisau cukur searah dengan lajur pertumbuhan rambut, jangan malah melawan arus.

Anda disarankan melakukan langkah ini dengan menghadap kaca dan cahaya ruang yang baik.

Gunakan tangan yang tidak dominan untuk menarik kulit genitalia Anda hingga tegang. Cukur bulu kemaluan secara perlahan dan hindari terlalu menekan pisau cukur.

BACA JUGA  Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Hal ini akan membantu Anda menghindari rambut kesat (stubble) dan rambut bertumbuh ke dalam.

Metode ini juga akan mengurangi risiko iritasi atau bintil merah karena mata pisau Anda tidak akan menarik rambut ke arah yang berlawanan dengan arus tumbuhnya.

Bilas bersih alat cukur Anda setiap kali selesai satu kali usapan dan sebelum memulai kembali.

Namun, pastikan Anda tidak mencukur di area yang sama terlalu sering.

6. Bilas bersih

Setelah mencukur bulu kemaluan dengan bersih, bilas area genitalia Anda untuk menghapus sisa-sisa krim cukur guna menghindari gatal-gatal.

Keringkan dengan baik area organ intim, kemudian tepuk-tepuk menggunakan handuk bersih tetapi jangan digosok.

7. Oleskan pelembap

Anda dapat mencegah gatal dan iritasi dengan mengaplikasikan after-shave lotion atau pelembap biasa tanpa parfum. Ini karena parfum berisiko mengiritasi kulit Anda.

Pilih produk pelembap yang mengandung lidah buaya atau gunakan gel lidah buaya. Lidah buaya bersifat menyembuhkan sehingga dapat membantu mengurangi sensasi gatal dan iritasi.

Demikian tadi tips cara aman cukur bulu kemaluan. Semoga bermanfaat menghindari cedera saat kamu ingin melakukannya sendiri. [AB]

TERBARU

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika...

Astaga! Kantor Dokter AS ini Salah Menagih Biaya Perangkat Akupuntur Setara Rp16 Miliar

Melansir laman Cleveland, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa sebuah...

Bagaimana Terapi Akupuntur Bisa Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anda?

Akupunktur adalah salah satu bentuk pengobatan dalam Traditional Chinese...

Jangan Gegabah, Suplemen ini Tak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Obat

Suplemen adalah produk nutrisi tambahan yang sering dikonsumsi oleh...

Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada terhadap beberapa Penyakit Tropis ini

Kementerian Kesehatan RI menghimbau masyarakat agar waspada terhadap beberapa...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga dan perlu dipelajari. Berbagai ramuan yang berasal dari alam sekitar digunakan dalam praktek pengobatan tradisional....

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang digunakan di Asia oleh para praktisi Pengobatan Tradisional Cina (TCM), baik di lingkungan klinis maupun...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita semakin terpisah dari alam. Namun, karena kita adalah bagian dari alam, kita tidak dapat bersembunyi...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang kuat dalam kesehatan holistik sejak kecil. Ia mengonsumsi teh herbal yang dibuat oleh ibunya, yang...

Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Ternyata metode pengobatan tradisional ini sudah berumur lebih dari 2.000 tahun....