Akupresur Untuk Bayi Amankah Untuk Dilakukan?

Apakah akupresur untuk bayi aman? Pertanyaan tersebut tentu muncul dipikiran Anda yang ingin melakukan terapi pada bayi Anda. Mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari terapi pijat ini.

Bayi memiliki kondisi yang rawan dari lingkungan sekitarnya. Sehingga, bayi harus ekstra dijaga oleh sang ibu dan harus diperhatikan tentang kesehatannya. Jika penyakit menyerang pada bayi, tentu saja ibu akan merasa khawatir dan segerake dokter.

Selain ke dokter, ada juga pengobatan alternatif yang bisa dilakukan untuk obati penyakit pada bayi, salah satunya akupresur. Namun, apakah akupresur aman untuk dilakukan?

Akupresur Untuk Bayi Di Cina

Akupresur memiliki manfaat yang sama banyaknya dengan akupuntur, hanya saja terapi ini tidak menggunakan alat apapun dalam terapinya.

- Advertisement -

Jika akupuntur menggunakan jarum, akupresur hanya mengandalkan kekuatan dari tangan yang melakukan terapi pada pasien tersebut.

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapat dari terapi ini, salah satu ibu di Cina memercayakan akupresur untuk mengobati batuk pada anaknya. Namun, naasnya bayi berusia 4 bulan tersebut meninggal dunia setelah terapi.

Menurut laporan China Press, terapi akupresur dilakukan atas saran dokter dan terapi ini dilakukan selama 20 menit pada si bayi demi menyembuhkan batuk yang diderita putri kecil tersebut.

Menurut ibu dari bayi perempuan tersebut, setelah melakukan akupresur, ia melihat ada gelembung merah di lubang hidung putrinya dan putrinya tersebut juga sempat mengalami pingsan.

Menurut catatan dokter, bayi perempuan itu mengalami kegagalan organ. Setelah kejadian tersebut, ibu dari bayi itu menuntut dokter dan pihak dari terapi pijat yang menyebabkan putrinya meninggal.

Lalu, setelah kejadian tersebut, amankah akupresur dilakukan pada seorang bayi? Sebenarnya terapi ini merupakan pengobatan yang paling efektif sehingga telah dipercaya oleh sebagian besar orang.

BACA JUGA  Mengobati Sakit Menstruasi Dengan Tusuk Jarum

Menurut laman Firstcry Parenting, akupresur bahkan aman dilakukan untuk bayi. Hanya saja terapi ini harus dilakukan dengan benar dan dipijat pada titik yang tepat.

Pada bayi, tekanan pijat yang diberikan haruslah sangat ringan dan lembut karena bayi masih rawan dan tulangnya pun belum mengeras. Sehingga, tekanan pijatan pada setiap orang tidaklah sama.

Tidak hanya itu, terapi ini juga tidak boleh diberikan lebih dari 10 menit atau 20 menit dalam waktu satu hari. Jadi, jika bayi sudah muncul ekspresi tidak nyaman, terapi bisa dihentikan.

Jadi, akupresur untuk bayi ini sebenarnya aman dilakukan, namun Anda harus menggunakan ahli akupresur yang memiliki kemampuan khusus di bidangnya tersebut dan tidak memilih klinik abal-abal.

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...