Akupuntur Bisa Bantu Atasi Depresi Dan Nyeri Kronis

Terapi tusuk jarum ini tidak hanya bisa digunakan untuk merawat kecantikan, ternyata akupuntur bisa bantu atasi masalah nyeri kronis dan depresi. Simak penjelasannya berikut ini.

Benarkah Akupuntur Bisa Atasi Nyeri Kronis Dan Depresi?

Ketika seseorang mengalami nyeri kronis, terlebih lagi kondisi tersebut sudah lama ia derita, perasaan depresi akan muncul pada orang yang bersangkutan tersebut.

Kedua kondisi ini diklaim bisa diatasi hanya dengan melakukan terapi akupuntur. Menurut profesor dari Acupuncture Research, Hugh MacPherson mengatakan bahwa akupuntur memberikan efek yang bagus bagi pasien yang alami nyeri kronis dan depresi.

Tidak hanya bisa meminimalisir budget, dengan melakukan terapi akupuntur, rasa nyeri akan berkurang dan mood pasien serta tubuh akan terasa lebih rileks.

Jadi, terapi akupuntur bisa membuat seseorang tidak bergantung pada obat-obatan dan dapat terhindar dari efek samping obat yang dikonsumsi. Akupuntur bisa menjadi pengobatan alternatif yang tepat.

Adapun hasil studi yang diterbitkan National Institue for Health Research menunjukkan bahwa akupuntur menurunkan sakit kepala dan migrain pada pasien. Terapi ini juga berguna untuk mengurangi nyeri leher kronis dan punggung bawah.

Penurunan nyeri kronis pada leher dan punggung bawah ini lebih efektif menggunakan terapi akupuntur dibandingkan menggunakan penambahan perawatan medis.

Selain mengatasi nyeri di bagian leher dan punggung bawah yang sudah kronis, akupuntur juga bermanfaat mengurangi rasa sakit dan keluhan pasien osteoarthritis.

Dengan terapi tusuk jarum inilah, pasien yang terkena osteoarthritis bisa mengurangi ketergantungan penggunaan obat anti-inflamasi dan juga bisa mengontrol rasa sakit.

Peneliti juga melakukan uji klinis terbaru, yaitu penelitian pada pasien yang terkena depresi. Peneliti membandingkan pasien yang menggunakan akupuntur dan konseling dengan yang menggunakan obat anti-depresan.

BACA JUGA  Terapi Akupresur Untuk Mengobati Penyakit Liver

Dari hasil penelitian ini, pemberian terapi akupuntur dan konseling lebih menunjukkan hasil yang signifikan dibandingkan dengan menggunakan obat anti-depresan.

Manfaat dari terapi akupuntur pun bisa berkelanjutan hingga 1 tahun setelah pengobatan. Jadi, terapi akupuntur lebih efektif digunakan bagi pasien nyeri kronis dan depresi dibandingkan menggunakan obat.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...