Akupuntur Lebih Baik dari TENS untuk Nyeri Kronis

Akupuntur Lebih Baik Dari TENS Untuk Nyeri Kronis – Akupuntur terbukti lebih efektif untuk mengurangi nyeri sendi kronis pada pasien hemofilia daripada stimulasi saraf listrik transkutan, atau TENS, hasil dari uji klinis kecil.

“Perawatan apa pun yang dapat mengurangi nyeri kronis harus dipertimbangkan dan akupuntur mungkin memiliki sesuatu untuk ditawarkan,” para peneliti menyimpulkan.

Penelitian, “Akupuntur sebagai sumber terapeutik untuk pengobatan nyeri kronis pada orang dengan hemofilia,” diterbitkan dalam jurnal Haemophilia.

Perdarahan sendi adalah salah satu manifestasi klinis hemofilia yang paling umum, mempengaruhi 70-80% orang dengan penyakit ini.

- Advertisement -

Gejala ini dapat mengakibatkan penyakit sendi permanen, yang disebut artropati hemofilik, serta nyeri kronis dan kualitas hidup yang lebih rendah.

Akupuntur Lebih Baik Dari TENS Untuk Nyeri Kronis

Fisioterapi, yang sering melibatkan latihan yang disesuaikan dan terapi fisik, merupakan pengobatan standar untuk nyeri kronis pada hemofilia. TENS, yang dapat digunakan dengan fisioterapi, melibatkan aliran listrik ringan yang dioleskan ke kulit untuk meredakan nyeri di area tertentu.

Impuls listrik kecil ini, yang biasanya dirasakan pasien sebagai sensasi “kesemutan”, dapat mengurangi sinyal nyeri yang menuju ke sumsum tulang belakang dan otak, yang dapat membantu meredakan nyeri dan mengendurkan otot. Terapi tersebut juga dapat merangsang produksi hormon endorfin, pereda nyeri alami tubuh.

Meskipun TENS dan perawatan fisioterapi lainnya diketahui dapat meredakan gejala artropati, nyeri yang terus-menerus membuat penderita hemofilia mencari pengobatan alternatif.

Salah satu perawatan tersebut, akupuntur, menggunakan jarum di “titik energi” yang ditentukan bersama dengan panas atau arus listrik.

Sekarang, para peneliti di University of Campinas, di Brazil, memimpin uji klinis yang melibatkan 28 pasien untuk menilai efek terapeutik akupuntur dibandingkan dengan TENS.

BACA JUGA  Akupuntur Dapat Membantu Meredakan Nyeri pada Anak

Secara total, 15 orang dewasa dengan hemofilia dimasukkan dalam kelompok akupuntur dan 13 di kelompok TENS.

Terapi dilakukan di sisi tubuh pasien dengan rasa sakit yang paling hebat. Selanjutnya, TENS dioleskan pada sendi yang paling sakit selama 20 menit. Kedua perawatan dilakukan oleh fisioterapis setiap minggu dalam sesi 20 menit, selama lima sesi berturut-turut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok akupuntur mengalami penurunan skor nyeri sebesar 60,71%, tetapi skor rata-rata VAS berkurang secara signifikan pada kedua kelompok setelah pengobatan. [*]

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...