Akupuntur merupakan salah satu pengobatan asal Cina yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu jenis akupuntur yaitu akupuntur listrik, bisa juga dijadikan alternatif pengobatan untuk menyembuhkan suatu penyakit dengan bantuan energi listrik. Berikut ini penjelasannya.

DIDUKUNG OLEH:

Kegunaan Akupuntur Listrik

Biasanya akupuntur listrik digunakan untuk menangani penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan dan penyakit saraf yang dilakukan oleh ahli terapi. Terapi untuk mengatasi rasa sakit ini sudah digunakan sejak zaman dulu dengan menggunakan sengatan listrik dari ikan.

Pertengahan abad ke-18, mulai digunakan mesin penghasil listrik statis yang digunakan untuk mematikan jaringan dalam penghancuran tumor. Dalam elektroakupuntur dengan bantuan jarum dan adanya perkembangan IPTEK, kini terapi listrik digunakan sebagai penanganan penyakit pada saraf dan gangguan kejiwaan.

Jenis Terapi Listrik

Berikut ini jenis-jenis dari terapi listrik, yaitu :

a. Elektroakupuntur

Metode ini menggunakan jarum akupuntur untuk mengantarkan sinyal listrik ke saraf dan merangsang saraf yang berhubungan dengan rasa sakit. PENS atau elektroakupuntur ini lebih efektif dibandingkan TENS dalam hal meningkatkan kualitas tidur dan aktivitas fisik. Metode ini bisa juga disebut dengan akupuntur listrik.

b. rTMS

Metode ini memanfaatkan gelombang elektromagnetik sebagai penghambat rasa nyeri.

c. TENS

Metode ini menggunakan mesin tenaga baterai dengan voltase rendah untuk meredakan rasa nyeri. Metode ini lebih efektif digunakan untuk mengobati fibromyalgia dengan ditambah olahraga.

d. DBS

Deep Brain Stimulation adalah terapi listrik yang memerlukan operasi. Kini DBS digunakan sebagai pengobatan gangguan psikologis seperti OCD dan depresi.

Resiko

Selain bermanfaat untuk mengobati rasa sakit, terapi listrik memiliki resiko yang akan muncul, yaitu :

a. Hilang Ingatan

Terdapat beberapa orang yang lupa dengan kejadian sebelum melakukan terapi listrik yang biasanya disebut dengan retrograde amnesia.

b. Kebingungan

Rasa kebingungan ini bisa dirasakan setelah melakukan terapi listrik dan akan berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung dari durasi terapi listrik yang digunakan.

c. Efek Samping pada Fisik

Setelah melakukan terapi, biasanya tubuh akan terasa pusing, mual, sakit kepala, nyeri rahang dan otot. Karena, penggunaan terapi listrik termasuk teknik akupresur yang memiliki ketergantungan dengan kesiapan psikis pasien dan daya tahan tubuhnya.

Itulah penjelasan mengenai akupuntur listrik dan beberapa macam terapi listrik yang biasa digunakan dalam mengobati suatu penyakit. Terapi ini harus dilakukan oleh ahli agar lebih aman dan optimal.