Manfaat Terapi Akupuntur Untuk Atasi Dengkuran

Tertidur dengan mengeluarkan suara merupakan dampak dari menyempitnya saluran pernapasan. Akupuntur untuk atasi dengkuran merupakan salah satu cara yang bisa dijalani untuk mengatasi masalah ini.

Peran Akupuntur Atasi Dengkuran

Ngorok atau mendengkur tentu saja membuat orang disekitarnya menjadi terganggu dan hal ini disebabkan oleh adanya penyempitan di saluran pernapasan. Kondisi ini disebabkan karena lemahnya otot tenggorokan dan di bawah ini beberapa penyebab dari mendengkur:

1. Tulang hidung bengkok
2. Kelainan bentuk wajah
3. Sleep apnea
4. Saluran pernapasan tersumbat
5. Pembengkakan amandel
6. Kelebihan berat badan
7. Penyakit gondok
8. Posisi tidur
9. Usia
10. Rokok dan alkohol

Mendengkur bisa membuat orang di sekitar menjadi terganggu dan tentu saja hal ini bisa beresiko pada kesehatan orang tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencoba salah satu terapi yaitu akupuntur.

Dalam masalah ini, akupuntur medis cocok untuk mengatasi masalah tidur mendengkur. Terapi yang dilakukan biasanya selama seminggu 2 kali dan bisa dilakukan bersamaan dengan melakukan spesialis THT untuk memeriksa saluran pernapasan.

Seiring berkembangnya zaman, Anda bisa menemukan dengan mudah gelang terapi akupuntur di berbagai situs online shopping. Harga yang ditawarkan biasanya sekitar Rp. 177.000 dengan manfaat kesehatan.

Namun, gelang ini belum mendapatkan keefektifan hasil yang signifikan, sehingga lebih baik Anda mengkonsultasikannya dahulu ke dokter untuk mengatasi dengkuran.

Cara Alami Atasi Dengkuran

Di bawah ini terdapat beberapa bahan alami yang bisa menyembuhkan dengkuran, yaitu:

a. Peppermint

Sifat anti-inflamasi dari peppermint membantu mengatasi pembengkakan di lapisan hidung. Cara memakainya ialah dengan menambahkan 1 sampai 2 tetes minyak ke dalam segelas air untuk berkumur.

b. Campuran teh jahe dan madu

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang bisa mengurangi dengkuran. Anda bisa meminum campuran teh jahe dan madu sebanyak 2 kali sehari untuk mengatasi tidur ngorok.

BACA JUGA  Titik Akupuntur Untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

c. Susu kedelai

Susu sapi bisa menyebabkan dengkuran karena meningkatkan dahak. Hal ini terjadi karena protein tertentu dari susu sapi yang bisa menyebabkan alergi. Anda bisa menyiasati ini dengan mengganti susu sapi dengan susu kedelai.

Terapi akupuntur untuk atasi dengkuran bisa dijadikan salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan ini. Selain terapi akupuntur, kebiasaan mendengkur juga bisa diatasi dengan mengkonsumsi bahan alami yang mudah didapat.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...