Akupuntur Untuk Hilangnya Indra Penciuman Pasca COVID-19 – Akupunktur menunjukkan kemanjuran klinis untuk pemulihan pasca virus mulai dari hilangnya indera penciuman. Pasien COVID-19 (coronavirus) sering mengalami penurunan kemampuan penciuman, dengan median kembalinya indra perasa dan penciuman dalam delapan hari. Namun, dampak jangka panjang pada gustation (rasa) dan penciuman telah dilaporkan pada kasus COVID-19. Penelitian tentang kemampuan akupunktur untuk mendapatkan manfaat pemulihan penciuman menunjukkan bahwa akupunktur adalah modalitas pengobatan yang berpotensi efektif untuk meredakan anosmia, disosmia, parosmia, hiposmia, dysgeusia, dan ageusia dalam pemulihan pasca virus.

Akupuntur Untuk Hilangnya Indra Penciuman Pasca COVID-19

COVID-19 menghadirkan tantangan karena penyelesaian sebagian besar penelitian saat ini masih tertunda. Melihat investigasi sebelumnya, uji klinis terkontrol yang diterbitkan dalam Journal of Otolaryngology – Head and Neck Surgery menemukan akupunktur efektif untuk memulihkan penciuman pada pasien dengan disosmia (disfungsi indera penciuman) karena infeksi virus. Khususnya, pasien yang sembuh dengan penggunaan akupunktur tidak menanggapi terapi farmakologis konvensional. Hasilnya menunjukkan bahwa studi tambahan diperlukan.

Penelitian ini menggunakan ahli akupunktur ahli. Perawatan akupunktur berlangsung selama 30 menit dan titik akupunktur yang digunakan adalah sebagai berikut:

DIDUKUNG OLEH:
  • GV16 (Fengfu)
  • GV20 (Baihui)
  • LI20 (Yingxiang)
  • LU7 (Lieque)
  • LU9 (Taiyuang)
  • ST36 (Zusanli)
  • KD3 (Taixi)

Semua pasien menerima beberapa perawatan akupunktur selama periode 10 minggu. Analisis statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pasien yang menerima akupunktur dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Dalam penyelidikan lain tentang disfungsi penciuman postviral, akupunktur tradisional China “secara signifikan meningkatkan hasil fungsi penciuman pada pasien yang menjalani akupunktur dibandingkan dengan kelompok observasi.”  Hasil dikonfirmasi menggunakan University of Pennsylvania Smell Identification Test (UPSIT). Proses pengobatan diawasi oleh seorang profesor akupunktur dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Titik akupunktur yang digunakan dalam penyelidikan termasuk LI20 (Yingxiang) dan M-HN-14 (Bitong).

BACA JUGA  Lakukan Akupuntur Untuk Obati Efek Samping Pengobatan Kanker

Akupuntur yang berasal dari China ini mulai dilirik untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Salah satunya COVID-19 ini yang masih belum usai menyerang masyarakat dunia. Hingga kini, akupuntur masih banyak diuji coba untuk diaplikasikan dalam berbagi penyakit.