Pemilik nama lengkap Aming Sugandhi ini mengaku menggunakan alat bantu dengar. Soalnya, ia mengalami gangguan pendengaran sudah cukup lama.
“Kalau gue lagi capai banget biasanya gue pakai (alat bantu dengar), karena nggak bisa cover. Ini gue pakai karena gue lagi jetlag. Kalau capai terganggu banget,” kata Aming dilansir dari video di saluran YouTube Deddy Corbuzier.
Gangguan pendengaran ini bisa dialami oleh siapapun, baik orang tua maupun anak muda. Beberapa orang yang mengalami gangguan pendengaran akan sering meminta orang untuk mengulangi apa yang baru saja dikatakan. Mereka juga akan kurang peka terhadap suara-suara yang muncul di dekatnya.
Penyebab dari gangguan pendengaran ini beragam, mulai dari karena faktor usia. Kemudian terkena suara yang begitu keras, akibat infeksi pada organ telinga, hingga faktor konsumsi obat-obatan.
Masalah ini ternyata memiliki solusi penyembuhannya, yakni menggunakan terapi akupuntur. Terapi ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit gangguan pendengaran manusia.
Bisakah Terapi Akupunktur untuk Gangguan Pendengaran?
Berbagai laporan dari tahun 1940-an mengklaim akupunktur telah menyembuhkan tuli, gangguan pendengaran sensorineural (SSHL) dan tinnitus. Namun, ketika melihat bukti klinis, hasilnya masih kacau.
Penulis penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine edisi Februari 2015 mengulas 12 studi. Untuk menentukan “kemanjuran dan keamanan akupuntur dalam mengobati gangguan pendengaran sensorineural.”
Mereka menyimpulkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan pendengaran pada beberapa pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural. Terutama bila dikombinasikan dengan obat-obatan.
Namun, karena studi tersebut masih menggunakan sampel kecil dan kurangnya data, penulis merekomendasikan penelitian lebih lanjut. Yang juga perlu diingat adalah bahwa penelitian itu dilakukan di Cina, dimana kedokteran dipraktekkan secara berbeda dengan di Amerika.
Terakhir dan mungkin yang paling penting: Karena perawatan ini sering digunakan bersamaan dengan pengobatan kimia maupun pengobatan herbal. Sehingga sulit untuk mengetahui sebenarnya efek apa yang membantu. Apakah akupunktur, obat-obatan, efek plasebo, atau beberapa kombinasi darinya.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, akupuntur ternyata dapat meningkatkan pendengaran manusia. Khususnya untuk mereka yang sedang mengalami gangguan pada pendengarannya.
Dalam penelitian tersebut menemukan bahwa akupuntur efektif untuk pengobatan tuli yang berkaitan dengan saraf. Sensorineural merupakan tuli yang berhubungan dengan kerusakan saraf pendengaran.
Untuk lebih maksimalnya, akupuntur memang perlu digabungkan dengan obat herbal untuk mempercepat penyembuhan. Jika dibandingkan, akupuntur ternyata jauh lebih baik dengan obat-obatan yang digunakan pada pengobatan konvensional.
Maka tidak heran jika sampai saat ini, akupuntur banyak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya ganguan pendengaran ini.
Berikut adalah titik-titik akupuntur yang digunakan dalam penyembuhan gangguan pendegaran:
- TB17 (Yifeng)
- GB2 (Tinghui)
- SJ21 (Ermen)
- SI19 (Tinggong)
- LU7 (Lieque)
- GB43 (Xiaxi)
- SJ3 (Zhongzhu)
- LR3 (Taichong)
- GB40 (Qiuxu)
Agar pengobatan ini dirasakan dengan maksimal, pasien harus ditangani oleh ahli. Karena terapi akupuntur memang bukan pengobatan yang umum dilakukan banyak orang.



