Apa itu Virus Corona, Sejarah dan Bahayanya

Awal tahun 2020 dunia sudah dikejutkan dengan kabar menyedihkan dari WHO bahwa adanya wabah yang mirip flu telah menjangkit wilayah Wuhan di China. Wabah tersebut diketahui hasil dari pemeriksaan pasien pneumonia di China (9/1). Setelah dideteksi wabah tersebut disebabkan virus yang bernama coronavirus atau 2019-nCov.

Pasti masih asing dengan virus ini karena memang virus ini dikategorikan virus baru. Seperti apa itu virus corona? dan bagaimana sejarah virus corona berkembang? Mari kita bahas bersama.

Apa itu Virus Corona?

Virus corona adalah virus yang memiliki gejala demam, batuk, gangguan pernapasan, dan sesak napas yang biasanya menyerang hewan. Virus corona yang ditemukan di China adalah jenis baru (2019-nCov) yang dapat menyerang manusia juga.

Penyebab virus tersebut juga masih dilakukan penelitian dan menurut beberapa ahli munculnya virus corona diyakini datang dari hewan kelelawar. Dan di distrik Wuhan memang adanya pasar yang menjual berbagai hewan liar yang tidak umum diperjual belikan seperti di pasar umum lainnya.

Sebenarnya virus corona ini sudah terdeteksi sejak Desember 2019 yang lalu dimana terdeteksinya virus berada di pasar Huanan yang memang menjual hewan hidup. Dan saat ini virus corona masih belum ada obatnya atau vaksin yang dapat membunuh virus corona karena tergolong jenis virus baru.

Sejarah Virus Corona

Sejak tanggal 6 Januari 2020 kemarin wabah virus corona di China sudah menginfeksi negara lain seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand. Meski virus corona termasuk jenis baru tetapi sejarah virus corona berkaitan dengan MERS dan SARS.

Wabah virus corona yang menyerang China memang memprihatinkan namun pihak organisasi kesehatan dunia (WHO) belum menetapkan menjadi masalah kesehatan darurat secara global.

BACA JUGA  6 Macam Obat Herbal Kolesterol Yang Mudah Didapat

Mengenang wabah sebelumnya yang pernah terjadi seperti MERS dan SARS yang juga berasal dari hewan. MERS yang ditularkan melalui hewan unta, SARS yang ditularkan lewat kelelawar, dan corona diyakini juga ditularkan lewat kelelawar dan ular.

Ketiga virus tersebut diyakini telah bermutasi sehingga dapat menjangkiti manusia. Dilihat dari virus sebelumnya seperti MERS dan SARS memang memiliki kesamaan gejala dengan virus corona yaitu menginfeksi saluran pernapasan.

Meski corona belum dijadikan masalah global dunia tetapi sudah membunuh sekitar 41 korban. Jadi tetap jaga kesehatan dan pola gaya hidup yang sehat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Jadi tetap jaga kesehatan dan pola gaya hidup yang sehat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...