Arih Ersada, Kelompok Pengolahan Obat Herbal asal Tanah Karo

Kelompok ibu dari Tanah Karo menjalankan pengolahan obat herbal skala rumah tangga. Komunitas pembuat obat herbal bernama Arih Ersada ini, terdiri dari sembilan ibu rumah tangga.

Dilansir dari Kompas, Arih Ersada bermakna ‘satu kesatuan dalam kelompok’, menurut penuturan Niati boru Marbun, ketua Arih Ersada.

Kelompok tanaman obat di Desa Batu Jongjong, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara ini terdiri dari sembilan ibu rumah tangga.

“Tujuannya adalah untuk menambah pemasukkan, terlebih selama masa pandemi Covid-19 yang berdampak langsung pada perekonomian keluarga,” kata Niati.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, kelompok tanaman obat herbal ini pertama kali digagas oleh Yayasan Sumatera Hijau Lestari (SHL).

“Kami bimbingan SHL. Jadi yang mengurus izin edar BPOM pun mereka,” kata Niati saat ditemui Kompas.com di rumah sekaligus tempat produksi obat herbal di Batu Katak pada Jumat (23/9/2022).

Sementara untuk pemasaran produk, Niati dibantu anaknya yang merupakan pemandu wisata di Batu Katak.

Ia menuturkan, anaknya dapat berbahasa inggris dengan lancar sehingga obat herbal tidak hanya dipasarkan pada wisatawan lokal, melainkan turis mancanegara.

Obat herbal dikemas berbeda, yang digunakan untuk membuat obat herbal Arih Ersada, kelompok tanaman di Desa Desa Batu Jongjong, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

Jumlah herba yang digunakan Arih Ersada untuk membuat obat tradisional khas Karo ini berkisar belasan hingga puluhan macam.

Bahan baku obat herbal tersebut didapat langsung dari kebun milik bersama. Para ibu akan mengurus tanamannya setiap hari dan memproduksi obat herbal tiap satu minggu sekali.

“(Kebun) diurusin setiap hari, disemprot. Kalau enggak, nanti tanamannya dimakan ulat,” ujarnya.

Produksi obat herbal Arih Ersada menggunakan alat manual sepenuhnya. Mulai dari penghalusan bahan hingga pengeringan dengan sinar matahari. Hasil akhir obat herbal berupa satu produk dalam tiga bentuk, yakni basah, bubuk, dan sembur.

BACA JUGA  Pijat Refleksi Sesak Nafas Saat Asam Lambung Naik

Obat herbal sembur bisa dikunyah hingga halus dan disemburkan pada bagian yang sakit. Sementara dua macam lainnya dapat dicampur dalam air teh, susu, atau kopi.

Meski bentuknya berbeda, obat herbal Arih Ersada memiliki khasiat yang sama, yakni untuk menurunkan demam, meredakan sakit kepala, meredakan nyeri sendi, dan mengobati masuk angin.

Arih Ersada menetapkan harga obat herbal mulai dari Rp 30.000-Rp 50.000. Saat ini, produk hanya bisa dibeli langsung di tempat.

“Kalau sudah dapat izin BPOM, kami akan masukkan e-commerce dan apotek,” ujar Niati saat ditemui dalam rangka Familiarization Trip Ekowisata oleh DESMA Center, proyek pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Setelah berbincang singkat, dua dari empat anggota Arih Ersada tersebut langsung menunjukkan proses mengolah herba menjadi obat herbal.

Pembuatannya dimulai dengan mencencang sekitar 15-20 macam herba yang diambil langsung dari kebun dekat rumah para ibu. [AB]

Sumber: Kompas

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...