Atasi Kecanduan Kokain Dengan Terapi Akupuntur – Kokain merupakan salah satu jenis obat yang masuk stimulan kuat. Dimana zat ini biasanya digunakan dalam dunia medis untuk bius lokal. Tak jarang bagi orang ang tidak memiliki pengetahuan, obat ini digunakan untuknarkoba. Kemenkes RI memasukan obat ini ke dalam NAPZA (Narkotik, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) sehingga penggunaannya sangat dibatasi.

DIDUKUNG OLEH:

Efek yang akan timbul setelah mengkonsumsi kokain adalah, orang aoan merasa gembira dan lebih energik hingga kehilangan nafsu makan. Efek kokain dalam waktu singkat hanya akan dirasakan selama 30 menit saja. Jika setelah itu masih sering mengkonsumsi obat ini, maka pemakai bisa mengalami halusinasi, berat badan menurun, mudah marah, merasa cemas hingga lelah.

Jika kokain ini tetap sering digunakan, maka bisa membuat kesehatan otak menurun. Gangguan mental, kemudian akan meningkatkan denyut janung hingga tekanna darah. Mempersulit pembuluh darah yang masuk jantung. Di bagian pencernaan, pembuluh darah yang keusus akan menjadi sempit dan berbagai masalah lain hingga kematian.

Atasi Kecanduan Kokain Dengan Terapi Akupuntur

Penelitian baru menyelidiki kemampuan akupunktur untuk mencegah kekambuhan kecanduan kokain. Sebuah studi tentang tikus lab kecanduan kokain menemukan bahwa mereka yang menerima akupunktur di acupoint HT7 (Shenmen) memiliki “pengurangan nyata pemulihan pencarian kokain” dengan tingkat penghambatan sukses 86,5 persen.

Para peneliti mencatat bahwa, “akupunktur mengurangi pemberian sendiri obat dan pelepasan dopamin dalam nucleus accumbens (NAc), struktur otak yang terlibat dalam pemulihan yang dipicu oleh stres dari perilaku mencari obat.” NAc adalah area otak yang penting untuk fungsi motorik, penghargaan dan emosi. Dopamin, glukokortikoid, GABA, dan serotonin memainkan peran penting dalam NAc.Menggunakan stres footshock untuk merangsang kembali perilaku kecanduan kokain, para peneliti menerapkan akupunktur ke acupoint HT7 (Shenmen) selama satu menit setelah stres footshock ke kelompok kontrol dan kelompok akupunktur.

Untuk kelompok kontrol, stres footshock mengembalikan perilaku kecanduan kokain. Pada kelompok akupunktur, ada tingkat penghambatan kecanduan kokain 86,5 persen. Sebagai hasil dari pengukuran biokimia yang diambil selama penelitian, para peneliti mencatat bahwa mekanisme akupuntur mencegah kekambuhan kecanduan kokain mungkin disebabkan oleh kemampuan akupunktur untuk mengatur “aktivasi neuron di kulit NAc.”