Bagaimana Akupuntur Redakan Hemofilia Seperti Diderita Lay EXO?

Boy Band EXO menjadi salah satu grup yang populer dengan karya dan prestasinya. Rupanya salah satu anggota boy band ini, yakni Lay EXO pernah mengalami gangguan kesehatan darah yang serius.

Lay EXO menderita gangguan darah bleed disorder dan hemofilia. Kondisi ini membuat Lay tidak bisa sembarang menerima transfusi darah dari orang lain. Selain itu, ia pun tidak boleh terluka karena darahnya akan sukar membeku dan akan mengucur terus menerus.

Apa itu Hemofilia?

Hemofilia sendiri merupakan gangguan pembekuan darah yang disebabkan oleh kekuarangan faktor VII dan IX. Pada saat mengalami hemofilia, akan terjadi pendarahan yang cukup lama.

Gangguan ini lebih sering dialami oleh kalangan pria. Dan merupakan penyakit keturunan dari orangtua penderita. Bisa disebabkan oleh mutasi genetik, di mana mutasi genetik itu akan membuat darah mengalami kekurangan protein dalam pembekuan. Hasilnya, jika ada masalah pada faktor pembekuan maka akan membuat darah sulit membeku.

Berbagai pendarahan akan terjadi pada penderita mulai dari pendarahan hidung seperti mimisan. Kemudian pendarahan pada luka yang sulit dihentikan, pendarahan pada gusi, mudah mengalami memar dan sebagainya.

Untuk hemofilia ringan, faktor pembekuannya berkisar 5–50%. Sementara hemofilia sedang antara 1-5% dan hemofilia berat kurang dari 1%. Gangguan ini harus segera di atasi agar nantinya tidak menimbulkan masalah lain.

Meredakan Nyeri Hemofilia Dengan Terapi Akupuntur

Penelitian baru menyimpulkan bahwa akupunktur adalah bentuk manajemen nyeri yang efektif dan aman untuk pasien hemofilia.

Hemofilia adalah kelainan genetik kromosom X di mana tubuh memiliki gangguan kemampuan untuk menghentikan pendarahan.

Hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki karena perempuan memiliki dua kromosom X dan karena itu cenderung memiliki cacat pada kedua kromosom X.

BACA JUGA  Masalah Gigi yang Paling Sering Terjadi & Penyebabnya

Meskipun pembekuan terganggu dengan hemofilia, akupunktur terbukti aman dalam penelitian ini.

Studi ini melaporkan bahwa “tidak ada peningkatan risiko perdarahan yang dilaporkan sebagai akibat dari penggunaan akupunktur” ditemukan.

Sebanyak 14 perawatan akupunktur diterapkan pada subjek penelitian dan lebih dari 75 persen subjek mengalami penurunan tingkat nyeri yang signifikan.

Para peneliti mencatat, “Studi ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat menjadi modalitas tambahan yang aman untuk terapi manajemen nyeri pada orang dengan hemofilia, meskipun studi acak yang lebih besar diperlukan untuk validasi lebih lanjut.”

TERBARU

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika...

Astaga! Kantor Dokter AS ini Salah Menagih Biaya Perangkat Akupuntur Setara Rp16 Miliar

Melansir laman Cleveland, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa sebuah...

Bagaimana Terapi Akupuntur Bisa Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anda?

Akupunktur adalah salah satu bentuk pengobatan dalam Traditional Chinese...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga dan perlu dipelajari. Berbagai ramuan yang berasal dari alam sekitar digunakan dalam praktek pengobatan tradisional....

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang digunakan di Asia oleh para praktisi Pengobatan Tradisional Cina (TCM), baik di lingkungan klinis maupun...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita semakin terpisah dari alam. Namun, karena kita adalah bagian dari alam, kita tidak dapat bersembunyi...