CT Scan & MRI Scan, Apa Perbedaan Kedua Alat Kesehatan Pemindai ini?

Tim medis kerap membutuhkan alat kesehatan untuk memindai tubuh pasien. Dua alat kesehatan yang umum digunakan untuk itu ialah CT Scan dan MRI Scan. Meski fungsinya sama, ada beberapa perbedaan dari kedua alkes ini. Apa sajakah itu?

Dalam proses pemeriksaan kesehatan, para dokter dan profesional tidak dapat mereka diagnosis hanya dengan melihat atau mendengarkan tubuh pasien.

Apa Perbedaan dari Alat Kesehatan CT Scan dan MRI Scan?

Dilansir dari Healthline, MRI Scan adalah alat pemindaian yang menggunakan gelombang radio dan magnet dengan cara memantulkan medan magnet secara konstan dan frekuensi radio yang tinggi dari molekul lemak dan air pada tubuh.

Kemudian, gelombang radio ditransmisikan ke mesin penerima yang diterjemahkan ke dalam gambar tubuh yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit.

- Advertisement -

Sementara itu, CT Scan adalah bentuk sinar-X yang menggunakan sebuah mesin sinar-X yang besar. Selama penggunaan mesin ini, pasien akan diminta berbaring di atas meja, alat ini bekerja mengambil gambar di dalam tubuh.

Dari segi biaya, CT Scan lebih banyak digunakan daripada MRI Scan karena harganya yang lebih murah. Namun, MRI dianggap lebih unggul dalam segi detail gambar. Biasanya, dokter akan menggunakan jika mereka memerlukan gambar tubuh yang lebih akurat dan terperinci.

Melansir laman Medical News Today, umumnya penggunaan CT Scan termasuk memeriksa atau mencari:

  • Tumor
  • Patah tulang
  • Pendarahan dalam tubuh
  • Perkembangan kanker dan responnya terhadap pengobatan

Di sisi lain, dokter biasanya menggunakan MRI untuk mendiagnosis masalah dengan tulang, organ, dan persendian, yang meliputi:

  • Pergelangan kaki
  • Payudara
  • Otak
  • Jantung
  • Sendi
  • Pergelangan tangan
  • Pembuluh darah

Dilihat dari segi keamanannya, CT Scan dan MRI Scan memiliki prosedur yang sangat aman, tetapi keduanya mungkin menimbulkan sedikit risiko yang berbeda.

BACA JUGA  Mengapa Perlu Menggunakan Terapi Akupuntur?

Menurut National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering, CT Scan berisiko mempengaruhi jaringan biologis pada tubuh dan membahayakan ibu hamil dan janinnya.

MRI tidak menggunakan radiasi, terdapat beberapa kekurangan dari jenis pemindaian ini. Ini karena orang yang memiliki implan medis seperti alat pacu jantung, pompa insulin, atau implan koklea tidak dapat menggunakan MRI Scan.

Akibat MRI menggunakan suara yang keras, pasien yang menggunakan alat ini diharuskan untuk memakai penyumbat telinga atau headphone untuk meredam kebisingan. Pasien dengan claustrophobia mungkin akan kesulitan menggunakan alat ini juga karena fobianya.

Melansir dari Healthline, baik dari MRI dan CT dapat melihat struktur tubuh internal pasiennya. Namun, CT Scan lebih cepat dan dapat memberikan gambaran jaringan, organ, dan struktur rangka tubuh.

Di lain sisi, alat kesehatan MRI Scan sangat baik dalam menangkap gambar yang membantu dokter untuk mementukan apakah terdapat jaringan abnormal di dalam tubuh. [AB]

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...