Flu burung H5N1 menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya jika diderita oleh manusia. Penyakit influenza bisa menular dari burung ke manusia, ini pernah terjadi di Indonesia beberapa waktu silam. Yang terbaru di China, belum selesai dengan masalah virus corona, negara tersebut kembali dihebohan dengan wabah flu burung H5N1. Ketika penyakit ini menyebar di suatu daerah, orang-orang yang memelihara burung, ayam atau hewan sejenisnya disarankan untuk memusnahkannya. Hal ini bertujuan agar si pemilik nantinya tidak tertular penyakit ini.

DIDUKUNG OLEH:

Gejala Yang Di Rasakan Ketika Tertular Flu Burung H5N1

Seseorang yang tertular penyakit ini akan merasakan gejala-gejala selang 3-5 hari. Biasanya orang tersebut akan merasakan nyeri pada bagian dada, diare, gusi berdarah, mimisan, perut yang terasa sakit, muntah-muntah hingga mimisan. Jika mengalami hal itu, segera untuk memeriksakan kesehatan kepada dokter langsung. Karena jika dibiarkan saja dapat membuat nyawa orang tersebut terancam. Masalah seperti disfungsi jantung atau ginjal hingga infeksi pada bagian paru-paru.

Perlu diketahui, meski nama penyakit ini flu burung, namun sumber penyakitnya bukan hanya burung saja. Unggas juga menjadi salah satu hewan yang harus dihindari karena penyakit ini awalnya menyerang hewan tersebut. Ada penyebab penyakit ini menular ke manusia. Penularan akan sangat mudah ketika ada kontak antara manusia dengan hewan yang menderita penyakit ini.

Cara Penularan Flu Burung H5N1

  • Kontak antara manusia dengan hewan, jadi jangan sampai Anda menyentuh hewan yang sedang terkena flu burung, meski sudah mati sekalipun
  • Menyentuh cairan yang timbul dari hewan yang sedang sakit baik itu darah, ludah atau yang lainnya.
  • Menghirup kotoran hewan yang sudah mengering yang kerap menimbulkan debu juga menjadi salah satu penyebab penularan.
  • Mengkonsumsi daging atau telur dari hewan yang tidak di masak hingga matang.
BACA JUGA  5 Cara Menjaga Kesehatan Mata Agar Tetap Sehat

Ketika menderita penyakit ini, pasien akan mendapatkan pengobatan intens dari dokter. Ruangan yang digunakan di rumah sakit juga harus terpisah dengan pasien lain agar tidak menular. Jadi bisa dibilang ada perhatian khuus untuk penderita flu burung.