Gurih! Kue Industri Obat Herbal Diprediksi Capai US$356 Miliar pada 2030

Pasar obat herbal global terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan di antara populasi yang berkembang. Melansir laman Yahoo Finance, menurut laporan riset komprehensif oleh Market Research Future (MRFR), pasar bernilai USD 145 miliar pada tahun 2021 dan diperkirakan akan mencapai USD 356 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR 10,9% selama periode perkiraan 2022-2030.

Jenis suplemen makanan tertentu termasuk obat herbal, yang dijual dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, bubuk, teh, ekstrak, dan tanaman segar atau kering, dan digunakan oleh orang-orang untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan mereka.

Namun, meskipun banyak orang berpikir bahwa produk “alami” selalu aman dan sehat, ini tidak selalu benar. Obat herbal dibebaskan dari pengujian yang diperlukan untuk obat-obatan, sehingga beberapa jamu tertentu, termasuk ephedra dan comfrey, bisa sangat berbahaya dan berinteraksi dengan obat bebas atau resep.

Karena kehadiran banyak perusahaan, pasar obat herbal sangat terfragmentasi secara global. Meningkatnya penggunaan tanaman obat diantisipasi untuk menghadirkan berbagai prospek perluasan pasar, meningkatkan jumlah pemain baru yang bergabung di pasar. Industri ini juga diantisipasi untuk mengalami pertumbuhan yang luar biasa karena faktor-faktor seperti tumbuhnya kesadaran masyarakat akan manfaat jamu, penggunaan bahan kimia yang tidak digunakan dalam perawatan herbal, serta harga yang terjangkau.

- Advertisement -

Beberapa pemain utama di pasar ini meliputi Arkofarm, Bayer AG, BEOVITA, Farmasi Hishimo, Schaper & Brummer, ZeinPharma Jerman GmbH, Venus Pharma GmbH, Dasherb Corp., Produk Alami Arizona, Blackmores, Himalaya Global Holdings Ltd, dan dr Willmar Schwabe India Pvt. ltd.

Namun, di masa depan, perluasan pasar obat herbal mungkin terkendala oleh standarisasi obat herbal yang di bawah standar, serta reaksi alergi dan hasil pengobatan herbal yang lamban. Industri ini juga terkena dampak pandemi COVID-19, sehingga aktivitas R&D dan manufaktur mengalami efek yang tidak menguntungkan dalam jangka pendek dan jangka panjang, dan proyek serta program yang tidak terkait dengan rantai pasokan inti dan operasi manajemen data mengalami penundaan. Meskipun demikian, peluang yang menarik bagi produsen obat bahan alam untuk memperluas pasar juga muncul akibat wabah COVID-19.

BACA JUGA  Kerap Diderita Pengguna Akut Gawai, Apa itu Tech Neck?

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...