Gaya hidup yang seimbang dan sehat telah terintegrasi secara mendalam ke dalam budaya di Jepang. Selama berabad-abad, orang Jepang telah mengembangkan kesadaran dan perawatan diri dalam aktivitas sehari-hari mereka, yang pada akhirnya dapat mengubah hidup. Dari memasak dan mandi hingga minum teh dan merangkai bunga, budaya Jepang telah menyempurnakan seni mengubah kehidupan sehari-hari menjadi latihan meditasi yang meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan.
Dikutip dari laman onegreenplanet.org, keenam praktik kesehatan ini tidak hanya menekankan hubungan pikiran-tubuh tetapi juga mengingatkan kita untuk memperlambat dan mulai menikmati saat ini. Kami harap tradisi ini menginspirasi Anda untuk keluar dari zona nyaman dan terhubung dengan dunia di sekitar Anda!
- Shojin Ryori – Makanan Pengabdian
Shojin Ryori, atau “makanan pengabdian”, adalah tradisi memasak vegetarian yang telah dipraktikkan oleh biksu Buddha selama ratusan tahun. Memasak shojin didasarkan pada kesederhanaan dan harmoni. Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan segar dan makan sesuai dengan makanan apa yang sedang musim.
Tradisi juga sangat mementingkan menghindari pemborosan. Setiap bit makanan entah bagaimana dimasukkan ke dalam makanan. Bagi para biksu di vihara, tindakan mempersiapkan dan makan merupakan latihan tersendiri. Mereka menggunakannya sebagai cara untuk melatih apresiasi dan kesadaran setiap hari. Untuk biksu dan non-biksu, resep Shojin Ryori sederhana dan mudah diikuti, sehingga memungkinkan untuk membawa tradisi memasak yang indah ini ke dapur Anda di rumah.
- Ofuro – Mandi
Di Jepang, mandi merupakan tradisi sakral yang dipercaya dapat membersihkan, menyembuhkan, dan merilekskan tubuh. Berendam di bak mandi uap di penghujung hari yang panjang dapat meningkatkan kesehatan Anda. Orang Jepang mandi setiap hari, baik di kamar mandi pribadi, pemandian umum, atau pemandian air panas bersama.
Alih-alih melompat masuk dan keluar air, tradisi “ofuro” Jepang didasarkan pada menenangkan dan menyembuhkan tubuh. Berendam di air hangat dan sekadar hadir dan mengalami sensasi berendam, yaitu air, uap, panas, dan wewangian yang semuanya bekerja sama untuk membawa tubuh dan pikiran ke dalam keadaan sejahtera yang mendalam.
- Ikebana – Merangkai Bunga
Ikebana adalah tradisi orang Jepang dalam merangkai bunga. Tradisi indah ini berasal dari upacara persembahan bunga Buddha kuno. Ikebana adalah bentuk seni berusia berabad-abad dan didasarkan pada gagasan bahwa proses bekerja dengan alam untuk menciptakan seni dapat bersifat meditatif dan penyembuhan.
Alih-alih membeli bunga yang sudah diatur sebelumnya dan melemparkannya ke dalam vas, tradisi ikebana adalah tentang merangkai bunga, batang, ranting, daun, lumut, dan rerumputan dengan hati-hati menjadi karya seni unik yang menonjolkan keindahannya. Proses ini memungkinkan Anda untuk memusatkan semua perhatian Anda pada keharmonisan alam yang sempurna dan seringkali dapat mendorong keadaan aliran meditasi pada banyak orang.
- Shinrin-Yoku – Pemandian Hutan
Tradisi Jepang yang disebut Shinrin-Yoku atau “mandi hutan” berfungsi sebagai cara untuk menemukan kedamaian dan pemulihan. Mandi hutan berarti membenamkan diri di hutan selama beberapa jam dan menyerap semua yang ditawarkan alam. Pemandangan, bau, dan suara bisa sangat terapeutik bagi sebagian orang. Penelitian telah menunjukkan bahwa berada di hutan tanpa gangguan telah menunjukkan manfaat kesehatan mental dan fisik, termasuk penurunan tingkat stres, peningkatan kualitas tidur, peningkatan fokus dan kreativitas, pemulihan yang dipercepat dari penyakit, sistem kekebalan yang diperkuat, dan rasa bahagia yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Meskipun praktik ini dilakukan secara tradisional di hutan, Anda dapat mencoba berjalan-jalan di sekitar lingkungan. Berfokuslah untuk menenangkan pikiran Anda, dan hirup udara segar dalam-dalam. Luangkan waktu untuk mengagumi keindahan pepohonan, dan cobalah untuk fokus pada kelima indra Anda. Perhatikan warna daun dan bunga serta cium udaranya.
- Chadō – Upacara Minum Teh
Upacara minum teh Jepang, yang dikenal sebagai chadō, adalah praktik yang berasal dari Buddhisme Zen. Upacara minum teh masih menjadi bagian penting dari budaya Jepang saat ini. Chadō lebih dari sekadar merebus secangkir air. Ini adalah upacara yang cermat dan disengaja untuk menyiapkan dan berbagi semangkuk teh hijau bubuk halus, yang disebut matcha, disajikan dengan makanan penutup tradisional Jepang untuk membedakan rasa pahit teh hijau. Tradisi ini memungkinkan Anda untuk sementara terputus dari dunia yang sibuk dan meluangkan waktu sejenak untuk hadir sepenuhnya dalam kedamaian, ketenangan, dan rasa syukur sepenuhnya.
- Shodo – Cara Menulis
Shodo, atau “cara menulis”, adalah kaligrafi klasik Jepang. Bentuk seni kuno ini telah ada selama ratusan tahun dan masih dipraktikkan secara luas hingga saat ini. Ini dianggap sebagai cara yang bermakna untuk mendorong keadaan pikiran meditasi oleh banyak orang di Jepang. Keahlian yang cermat ini membutuhkan persiapan yang cermat, sapuan kuas yang lembut, dan fokus serta ketenangan yang lengkap untuk menguasai seni dengan sukses. Latihan ini adalah alat yang berguna untuk merasa lebih membumi dan hadir. Shodo juga cenderung mempromosikan keadaan mengalir, di mana Anda mungkin mengalami pengurangan stres dan rasa ketenangan secara keseluruhan. [kg]



