Pada 9 Januari 2020 lalu, WHO secara resmi menerbitkan 10 fakta virus Corona di situs webnya agar warga dunia waspada.

DIDUKUNG OLEH:

Ketika artikel ini ditulis korban meninggal dunia akibat Virus Corona sudah mencapai 25 jiwa. Sedangkan korban suspek sudah mencapai lebih dari 500 orang. Sebagian besar terjadi di Wuhan, Tiongkok.

Apa itu Virus Corona?
Virus Corona adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Apa itu Virus Corona Baru?
Virus Corona Baru atau Novel coronavirus (CoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Bisakah manusia terinfeksi dengan Virus Corona yang bersumber hewan?
Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak ke manusia di Tiongkok pada tahun 2002 dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia di Arab Saudi pada tahun 2012. Beberapa coronavirus diketahui beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia. Ketika pengawasan meningkat di seluruh dunia, lebih banyak coronavirus yang mungkin diidentifikasi.

Apa saja gejala seseorang yang terinfeksi Virus Corona?
Tanda-tanda umum termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), sindrom pernapasan akut, gagal ginjal bahkan kematian.

Dapatkah Virus Corona ditularkan dari manusia ke manusia?
Ya, beberapa jenis Virus Corona dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, di tempat kerja rumah tangga, atau pusat perawatan kesehatan.

Apakah ada vaksin untuk Virus Corona?
Saat ini tidak ada vaksinnya. Butuh beberapa tahun untuk mengembangkan vaksin baru.

Apakah ada pengobatannya?
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona. Namun, banyak gejala dapat diobati dan karenanya pengobatan didasarkan pada kondisi klinis pasien. Selain itu, perawatan intensif untuk orang yang terinfeksi dapat sangat efektif.

Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi diri?
Saran wajar untuk mengurangi paparan dan penularan berbagai penyakit termasuk menjaga kebersihan tangan dan pernapasan dasar, dan makanlah makanan yang aman dan menghindari kontak dekat, jika mungkin, dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Apakah petugas kesehatan berisiko terinfeksi?
Ya bisa, karena petugas layanan kesehatan melakukan kontak langsung dengan pasien lebih sering daripada masyarakat umum. WHO menyarankan agar petugas layanan kesehatan secara konsisten menerapkan pencegahan infeksi dan langkah-langkah pengendalian yang tepat.

Apa rekomendasi WHO untuk negara lain?
WHO mendorong semua negara untuk meningkatkan pengawasan mereka terhadap infeksi saluran pernapasan akut yang parah, untuk meninjau dengan cermat setiap pola yang tidak biasa dari kasus itu atau radang paru-paru dan untuk memberi tahu WHO tentang setiap dugaan atau konfirmasi kasus infeksi dengan Virus Corona.

Negara-negara didorong untuk terus memperkuat kesiapsiagaan mereka terhadap keadaan darurat kesehatan sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (2005).

Hingga detik ini WHO belum menetapkan status darurat atas wabah Virus Coronan yang mematikan itu. [*]