Chris Martin, vokalis Coldplay, membagikan kebiasaan makan uniknya dalam sebuah siniar bersama Conan O’Brien Needs a Friend. Melansir laman CNN Indonesia, ia mengungkapkan bahwa ia hanya makan sekali dalam sehari dan berhenti makan pada pukul empat sore. Terinspirasi oleh Bruce Springsteen, Martin menjalani diet puasa intermiten ini.
Ahli gizi, Abagail Roberts, menjelaskan bahwa diet ini sangat individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun demikian, secara umum, makan hanya sekali dalam sehari mungkin tidak memberikan hasil yang baik bagi sebagian besar orang.
Roberts menekankan bahwa konsumsi makanan sekali sehari tanpa pengetahuan nutrisi yang cukup dan dengan tujuan penurunan berat badan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi masyarakat umum. Diet yang dijalani Chris Martin merupakan bentuk ekstrem dari puasa intermiten.
Pengertian puasa intermiten
Puasa intermiten sendiri adalah metode di mana seseorang membatasi waktu makan mereka. Ada beberapa jenis puasa intermiten, seperti berpuasa selama 20 jam, 16 jam, 14 jam, atau bahkan puasa penuh selama 24 jam pada hari-hari tertentu. Ada juga yang mengharuskan konsumsi buah dan sayur di siang hari, kemudian makan besar sekali di malam hari.
Secara umum, puasa ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti penurunan berat badan dan pengurangan risiko peradangan. Namun, Roberts menekankan bahwa puasa seperti yang dijalani Chris Martin tetap memiliki risiko.
Makan sekali sehari dapat meningkatkan risiko pesta makan berlebihan selama jam makan dan menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung dan sembelit. Selain itu, makan sekali dalam sehari juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan kelelahan.
Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi
Jika Anda tertarik untuk mencoba pola makan sekali sehari seperti Chris Martin, penting untuk memastikan tubuh tetap memperoleh semua nutrisi dan kalori yang dibutuhkan dengan baik. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukan perubahan apa pun pada kebiasaan makan Anda.
Dengan demikian, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat apakah puasa intermiten dengan makan sekali sehari sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda. Ingatlah untuk mengutamakan kesehatan dan memperoleh saran medis yang tepat sebelum mengubah pola makan Anda.



