Jenis-Jenis Nyeri yang Bisa Disembuhkan Akupuntur

Jenis-Jenis Nyeri yang Bisa Disembuhkan Akupuntur – Ketika berbicara tentang Pengobatan Tradisional Cina (TCM), akupuntur adalah pengobatan yang akrab bagi banyak orang yang mencari pereda nyeri tanpa obat. Pengobatan alternatif ini melibatkan memasukkan jarum tipis ke dalam kulit, jaringan subkutan, dan otot di salah satu dari 2.000 titik tertentu di tubuh. Dipercaya bahwa titik-titik ini dihubungkan oleh 12 meridian yang menghantarkan energi, atau “Qi”, antara permukaan tubuh dan organ-organ dalam.

Teori di balik pendekatan ini adalah bahwa penyumbatan dan ketidakseimbangan dapat menyebabkan penyakit dan rasa sakit sementara akupuntur berusaha untuk menjaga keseimbangan dan memulihkan kesehatan. Akupuntur juga sering dikombinasikan dengan panas, tekanan, atau stimulasi listrik.

Jenis-Jenis Nyeri yang Bisa Disembuhkan Akupuntur

Nyeri punggung bawah

Sakit punggung adalah salah satu alasan paling umum orang mencari pengobatan akupuntur, dan penelitian tentang nyeri punggung bawah kronis telah menunjukkan bahwa terapi tersebut dapat memberikan bantuan jangka pendek dan meningkatkan fungsi.

- Advertisement -

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa akupuntur dapat lebih efektif dalam menghilangkan gejala nyeri punggung bawah akut daripada obat-obatan. Pasien dengan nyeri punggung bawah kronis nonspesifik telah melaporkan perbaikan keterbatasan fungsional dengan akupuntur. Regimen umum untuk nyeri punggung bawah kronis adalah 11 sesi 25 menit, dilakukan dua kali seminggu.

Sakit Kepala, Wajah, dan Leher

Beberapa bentuk nyeri kepala dan wajah, termasuk nyeri yang disebabkan oleh trigeminal neuralgia (nyeri di sepanjang saraf trigeminal yang membawa sinyal dari wajah ke otak) atau disfungsi sendi tempromandibular (TMJ), dapat diatasi dengan akupuntur. Perawatan paling berhasil ketika rasa sakitnya adalah neuromuskular daripada akibat kerusakan sendi.

Akupuntur dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dengan menargetkan sumber rasa sakit, seperti di sekitar telinga dan rahang, tetapi juga dapat mencakup area di dekat siku, lutut, dan jempol kaki, karena koneksi meridiannya. Sesi 30 menit seminggu merupakan hal wajar dan dapat digunakan bersama dengan peralatan rahang, obat-obatan, atau operasi tergantung pada tingkat keparahan rasa sakit dan kondisinya.

BACA JUGA  Akupuntur Untuk Keseimbangan dan Stabilitas Tubuh

Osteoartritis

Banyak individu dengan osteoartritis (OA) terbiasa dengan pengobatan dan terapi utama untuk mengelola efek melemahkan dari kondisi tersebut, tetapi banyak juga yang menemukan kelegaan dalam akupuntur bila digunakan dalam kombinasi dengan perawatan tersebut.

Penempatan jarum dapat memicu endorfin serta produksi kortisol, hormon anti-inflamasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa aliran bahan kimia ini dapat membantu mengurangi sensasi rasa sakit. Akupuntur tampak paling efektif pada OA lutut dan tulang belakang. Hasil biasanya terlihat setelah tiga sesi atau lebih dan berlangsung sekitar satu bulan.

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...