Dalam tempo lima tahun belakangan, jumlah kasus penyakit sifilis di Indonesia naik hingga 70 persen. Demikian dilansir dari kantor berita CNN.
“Kenaikan angka kasus penyakit sifilis di Indonesia kemudian menjadi sorotan. Pada tahun 2022 lalu saja, angka kasus sifilis yang terdeteksi di Indonesia mencapai lebih dari 20 ribu kasus,” tulis CNN.
Apa itu Penyakit Sifilis? Bagaimana Tahap-tahap Dampak Penyakit ini bagi Penderitanya?
Penyakit Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Penyakit ini dapat menyebar melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, atau oral. Sifilis dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang aktif secara seksual dan yang memiliki banyak pasangan seksual.
Penyakit Sifilis mempunyai beberapa tahapan, yaitu tahap primer, tahap sekunder, tahap laten, dan tahap tersier.
Tahap primer ditandai dengan munculnya satu atau beberapa luka terbuka pada alat kelamin atau daerah sekitarnya. Luka ini biasanya tidak terasa sakit dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.
Tahap sekunder ditandai dengan timbulnya ruam merah yang biasanya muncul di telapak tangan dan kaki, tetapi dapat muncul juga di seluruh tubuh. Pada tahap ini, pasien juga dapat mengalami demam, sakit kepala, dan kelelahan.
Tahap laten dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa gejala. Selama tahap ini, bakteri masih berada dalam tubuh dan dapat menyebar ke organ-organ lain, seperti otak, mata, dan tulang.
Tahap tersier adalah tahap akhir dari penyakit Sifilis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti jantung, pembuluh darah, dan otak. Pada tahap ini, pasien dapat mengalami gejala seperti kelumpuhan, kebutaan, dan demensia.
Bagaimana Pengobatan untuk Penyakit Sifilis?
Penyakit Sifilis dapat diobati dengan antibiotik, tetapi pengobatan harus dilakukan sejak dini untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Selain itu, penting juga untuk melakukan pencegahan dengan cara menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan mengurangi jumlah pasangan seksual.
Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri Treponema pallidum akan menunjukkan gejala penyakit Sifilis. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes penyakit menular seksual secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter jika terdapat gejala yang mencurigakan.
Penyakit Sifilis bukanlah penyakit yang seharusnya diabaikan. Dengan pengobatan yang tepat dan pencegahan yang baik, kita dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit dan mencegah komplikasi yang lebih serius. [EB]



