Kerap Diderita Pengguna Akut Gawai, Apa itu Tech Neck?

Kebiasaan menggunakan smartphone atau gawai semakin lazim saat ini. Bahkan, semakin akut sejak masa pandemi Covid. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tentu akan membawa konsekuensi. Demikian juga para pengguna akut gawai sekarang ini banyak yang menderita sindron Tech Neck. Penyakit apa dan bagaimana penanganannya? Berikut ulasannya.

Apakah kamu pernah Anda terbangun dalam keadaan linglung setelah menghabiskan berjam-jam memeriksa media sosial? Jika kamu mengalami sakit leher yang tidak dapat dijelaskan, Anda mungkin mengalami apa yang dikenal sebagai tech neck.

Jari-jari mungkin bukan satu-satunya yang sakit setelah kamua lama bermain ponsel. Akumulatif waktu yang dihabiskan untuk menatap layar mungkin membawa dampak apa yang oleh para ahli medis disebut tech neck.

“Tech neck adalah kondisi yang disebabkan oleh menjulurkan leher sambil menatap smartphone, tablet, atau perangkat genggam lainnya,” kata Neel Anand, MD, direktur trauma tulang belakang di Cedars-Sinai Spine Center, sebagaimana dikutip Liputan6 dari laman dari Bestlife.

“Melakukan ini secara panjang lebar mendorong posisi kepala yang tidak wajar yang meningkatkan tekanan pada leher, punggung atas, dan lengan.”

Meskipun melihat ke bawah ke ponsel Anda mungkin tidak tampak seperti masalah besar, ketegangan yang ditimbulkannya pada leher Anda dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan ini bukanlah sesuatu yang harus Anda abaikan.

“Gerakan sederhana melihat ke bawah untuk melakukan sesuatu di ponsel Anda tidak memerlukan banyak tenaga sehingga mungkin tidak terlihat berbahaya, tetapi durasi dan pengulangan bekerja melawan mekanisme tubuh yang membuat kita siap untuk rasa sakit dan potensi cedera,” kata Anand.

Melansir dari laman Halodoc, sindrom tech neck adalah istilah yang diciptakan oleh chiropractor asal Amerika Serikat, Dr Dean L. Fishman. Istilah tersebut untuk menunjukkan cedera yang terjadi akibat tekanan berulang dan nyeri di daerah leher akibat menonton atau mengirim pesan teks secara berlebihan pada perangkat genggam selama periode waktu tertentu.

Saat menggunakan smartphone, tanpa sadar kamu menundukkan kepala dalam waktu yang lama. Hal ini yang memicu ketegangan otot di daerah leher yang akhirnya menyebabkan rasa nyeri.

Disebut tech neck karena sindrom ini dikaitkan dengan aktivitas berkirim pesan terlalu lama, namun berbagai aktivitas lainnya yang membuat kamu harus menunduk terlalu lama untuk melihat layar genggam, seperti bermain game, bekerja, atau browsing, juga bisa menyebabkan sindrom tech neck.

Kenali Gejala dari Sindrom Tech Neck

Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh pengidap sindrom text neck, yaitu:

1. Muncul rasa nyeri di leher, punggung atas, atau bahu

Rasa nyeri ini dapat muncul di satu tempat tertentu dan terasa intens atau menusuk. Namun, rasa nyeri bisa juga terjadi di area tubuh yang lebih luas, seperti dari bagian bawah leher hingga ke bahu.

2. Postur Kepala Cenderung ke Depan dan Bahu Menonjol

Saat kamu terlalu lama menunduk melihat smartphone, otot di leher, dada, dan punggung atas bisa menjadi tidak seimbang, karena postur kepala ke depan terlalu lama. Penurunan kondisi ini dapat menyulitkan kamu untuk mempertahankan postur yang baik.

BACA JUGA  Mengobati Cedera Tulang Leher dengan Akupuntur

3. Berkurangnya Mobilitias

Penggunaan smartphone yang berlebihan juga dapat membuat leher, punggung atas dan bahu tegang atau kaku, sehingga menjadi sulit digerakkan.

4. Sakit Kepala

Rasa nyeri yang muncul di leher juga bisa menjalar hingga ke kepala. Itulah mengapa terlalu lama melihat smartphone, dengan postur apa pun, dapat meningkatkan risiko sakit kepala dan mata lelah.

5. Memburuknya Rasa Nyeri saat Leher Ditekuk

Rasa nyeri akibat sindrom text neck biasanya juga memburuk saat leher ditekuk ke depan, misalnya saat melihat ke bawah atau mengirim pesan melalui ponsel.

Di mana dan bagaimana rasa nyeri terasa bisa berbeda-beda pada tiap orang. Misalnya, orang yang melihat layar smartphone dengan menggunakan kedua tangan lebih rentan mengalami nyeri yang merata di kedua sisi leher atau punggung atas.

Sedangkan orang yang menggunakan satu tangan untuk melihat smartphone mungkin mengalami nyeri di salah satu sisi karena menggunakan otot-otot di sisi tersebut lebih banyak.

Apa saja Latihan Fisik yang Berfungsi Mengatasi Tech Neck?

Dikutip dari laman WikiHow, berikut beberapa latihan fisik untuk mengatasi sindrom tech neck:

1. Regangkan otot leher dengan melakukan neck twist (menengok ke samping) dan neck tilt (memiringkan kepala) sambil duduk atau berdiri tegak.

Untuk melakukan neck twist, dekatkan dagu ke bahu kiri sambil menegakkan kepala, tahan selama 10 detik, lalu dekatkan dagu ke bahu kanan. Untuk melakukan neck tilt, dekatkan telinga kiri ke bahu kiri, tahan selama 10 detik, tegakkan kepala, lalu dekatkan telinga kanan ke bahu kanan. Lakukan setiap gerakan perlahan-lahan.
Gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan masing-masing 3-5 kali guna melatih kedua sisi leher secara seimbang.

2. Lakukan gerakan mendayung untuk menguatkan otot punggung. Berdirilah tegak sambil merenggangkan kedua telapak kaki selebar bahu.

Pegang 2 dumbel; 1 dengan tangan kanan dan 1 dengan tangan kiri. Arahkan telapak tangan ke paha. Angkat dumbel perlahan-lahan ke depan dada sambil mengarahkan siku ke samping (seperti ingin menarik retsleting jaket), lalu turunkan dumbel ke posisi awal. Lakukan gerakan ini 12 kali.

Saat mulai berlatih, gunakan dumbel yang beratnya 2-3 kg. Anda boleh menggunakan dumbel yang lebih berat jika otot sudah lebih kuat.

3. Lakukan peregangan dengan mengangkat dan memutar bahu sambil duduk atau berdiri.

Agar bahu terasa rileks, angkat kedua bahu setinggi mungkin mendekati telinga, tahan selama 10 detik, lalu turunkan lagi perlahan-lahan. Kemudian, angkat lagi kedua bahu, putar ke belakang membentuk lingkaran. Lakukan kedua gerakan ini perlahan-lahan 10 kali.

Anda boleh melakukan peregangan ini 3-5 set, 10 kali/set.

Berikut ini beberapa hal yang dapat meringankan rasa sakit dan mencegahnya terjadi lagi di masa mendatang.

1. Latih postur tubuh yang baik

Salah satu hal termudah yang dapat Anda lakukan untuk membantu otot leher Anda adalah melatih postur tubuh yang baik. Dan meskipun mungkin perlu waktu, ini akan membantu meredakan ketegangan yang Anda alami di otot leher.

BACA JUGA  Menggunakan Teknik Akupresur Saat Sakit Ulu Hati

“Postur adalah salah satu hal yang semakin baik jika Anda berlatih,” kata Anand. “Awalnya mungkin terasa tidak nyaman, tetapi saat kita terus menyelaraskan tubuh kita dengan postur yang sehat, kita melatih otot yang tepat. Mereka, pada gilirannya, menjadi lebih kuat dan mengembangkan muscle memory untuk mempertahankan tubuh kita pada posisi yang tepat.”

Tubuh Anda akan terbiasa dengan posisi baru ini dalam waktu singkat, jadi mendapatkan postur tubuh yang lebih baik tidak akan terasa lama. “Tegakkan kepala, bahu ke belakang, dan dagu sedikit ditekuk,” kata Anand. “Setiap kali Anda merasa tersesat, tarik tubuh Anda kembali ke posisi ini sepanjang hari.”

2. Beralih posisi Anda saat di ponsel Anda

Penting untuk mengubah posisi Anda pada hari-hari di mana mungkin terpaku pada ponsel Anda. Untungnya, perubahan sederhana dalam cara Anda duduk akan memberi Anda kelegaan yang efektif.

“Memegang ponsel Anda setinggi mata mungkin tidak membuat Anda terlihat keren, tapi pasti akan menghilangkan ketegangan dari leher Anda. Tapi jangan abaikan lengan Anda saat melakukan ini,” saran Anand.

Dukung lengan dan siku Anda dengan menopangnya di atas meja atau sandaran tangan sambil duduk, atau saat berdiri, cobalah untuk tidak menaikkannya lebih dari ketinggian meja. Memperhatikan penempatan lengan Anda dapat secara dramatis mengurangi ketegangan pada bahu.

Anda bisa berkreasi dengan posisi Anda, dan Anda juga tidak perlu duduk.

“Jika Anda berada di lokasi yang nyaman seperti rumah Anda, berbaring telentang saat mengerjakan perangkat adalah cara yang bagus untuk menghilangkan tekanan pada leher,” kata Anand. “Bersantailah di sofa atau tempat tidurmu dengan beberapa bantal.”

3. Ambil istirahat yang sangat dibutuhkan

Jika Anda tampaknya tidak dapat membatasi jumlah waktu dan frekuensi Anda menggunakan ponsel, Anand mengatakan untuk “beristirahat di sela-sela untuk mengubah posisi dan menyesuaikan kembali postur tubuh Anda”.

Meskipun istirahat diperlukan, apa pun jenis layar yang Anda lihat, ini sangat penting saat Anda menderita cedera leher yang umum ini.

“Istirahat tiga menit setiap 15-20 menit dapat membantu meluruskan kembali tulang belakang Anda dan memberi kesempatan pada otot leher dan punggung atas untuk beristirahat,” kata Anand.

“Anda bahkan dapat menggunakan alarm di perangkat Anda untuk mengingatkan Anda kapan harus beristirahat dari menatap ponsel Anda. Melakukan ini juga akan membantu mata Anda.”

4. Berolahraga lebih sering

Stephen Dunn, MPT merekomendasikan “memulai latihan Pilates untuk memperkuat otot core dan postural Anda.”

Pilates, bersama dengan latihan lain yang meregangkan dan mengendurkan otot, seperti yoga, akan membantu meredakan ketegangan yang Anda rasakan pada otot leher. Ini akan memperkuat otot-otot yang bertanggung jawab untuk memperbaiki postur tubuh Anda.

Berolahraga dan menjaga tubuh Anda tetap bergerak akan membantu meredakan nyeri otot, dan tentu saja kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan. Mungkin sudah waktunya meletakkan telepon dan membuka matras yoga. [eb]

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...