Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Ternyata metode pengobatan tradisional ini sudah berumur lebih dari 2.000 tahun. Demikian dipaparkan oleh Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd., S.H., M.H., M.M. dalam National PIKTI E-seminar 32: Indonesian Traditional Method 刮痧 (Kerokan) And 杵针 Chu Zhen For Health, belum lama ini.

“Di Indonesia, kerokan dikenal sebagai metode kesehatan tradisional dari Jawa. Yang berarti metode saling kerok dan sembuh bersama,” terang dokter Ekawahyu.

Dalam presentasinya, dokter Ekawahyu menerangkan bahwa tradisi kerokan berasal dari Tiongkok dan tersebar di Asia Tenggara. Seperti negara Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam dan juga Indonesia.

“Di Tiongkok, kerokan disebut sebagai Gua Sha, yang masing-masing berarti gua (mengikis) dan sha (penyumbatan pada tubuh yang menyebabkan sakit atau penyakit),” kata dokter Ekawahyu

- Advertisement -

Metode penyembuhan kerokan atau gua sha atau scrapping treatment yang digunakan di seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara jamak diterapkan untuk macam penyakit seperti flu biasa, flu, ketidaknyamanan perut, Bronkitis, asma, segala jenis Nyeri otot baik akut maupun kronis

Dokter Ekawahyu menambahkan, umumnya alat kerokan sebagian besar negara memakai koin tembaga, tetapi bahan lain juga bisa. seperti batu giok dan tanduk kerbau

Hal yang menarik, terang dokter Ekawahyu, di Indonesia kerokan masih dianggap metode tradisional yang dianggap tidak ilmiah. “Namun ternyata, teknik gua sha saat ini gua sha sangat populer di Tiongkok, bahkan sudah menjadi pelayanan di pusat kesehatan.

Kenapa Kerokan Bisa Membuat Badan Terasa Lebih Enak?

Melansir dari Halodoc, metode kerokan atau gua sha umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri otot dan tubuh yang tegang. Gua sha juga menggunakan benda tumpul yang digesekkan ke badan, sehingga menghasilkan memar kecil atau warna merah.

BACA JUGA  Manfaat Akupuntur Untuk Penyakit Stroke

Cara ini dapat membantu menghancurkan jaringan parut dan jaringan ikat, serta meningkatkan pergerakan sendi. Selain itu, metode ini tidak menyebabkan efek samping yang serius. Walau begitu, seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu tidak diperbolehkan mendapatkan pengobatan ini.

Apakah kerokan ampuh menghilangkan masuk angin? Disebutkan bahwa metode dengan menggesekan benda tumpul pada tubuh tersebut dapat meningkatkan kadar beta endorfin secara drastis. Hal tersebut disebabkan karena glandula pituitaria yang aktif pada sel keratinosit dan sel endotel kapiler. Dampaknya adalah tubuh menghasilkan endorfin yang merupakan morfin alami pada tubuh.

Kerokan juga ternyata ampuh untuk menekan kadar prostaglandin pada tubuh. Kandungan prostaglandin adalah sebuah senyawa lemak yang merupakan hasil dari asam lemak dengan proses enzimatik. Zat ini yang membuat tubuh terasa nyeri-nyeri, dan ketika menurun, tubuh akan terasa lebih segar.

Kerokan juga dapat melebarkan pembuluh darah di dalam tubuh. Ketika terjadi, sel-sel darah dan oksigen akan lebih mudah untuk beredar secara lancar untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, semua organ mendapatkan pasokan oksigen dan darah yang cukup.

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...