Kolaborasi akupuntur dengan cara pengobatan lainnya di nilai lebih efektif dibandingkan hanya dengan menggunakan akupuntur saja. Hal ini dibuktikan dari prestasi yang ditoreh oleh 2 orang akupunturis yang mendapatkan penghargaan dari mengkolaborasikan akupuntur. Simak penjelasannya di bawah ini

Memenangkan Penghargaan Karena Kolaborasikan Akupuntur

Lembaga prestasi Indonesia telah memberikan dua penghargaan pada 2 orang dokter hewan sekaligus seorang akupunturis yang merupakan seorang ayah dan anak.

Sang ayah bernama Emile Bambang S Tjahjokoesoemo yang berusia 69 tahun yang diberikan penghargaan sebagai dokter hewan dan praktek pelayanan akupuntur dengan metode pendekatan penyembuhan energi pada manusia selama 20 tahun lebih.

Sedangkan anaknya, Francisco W Tjahjokoesoemo yang berusia 37 tahun, mendapatkan penghargaan yang sama dengan ayahnya, bedanya ia telah mengemban selama lebih dari 10 tahun.

Keduanya telah membuka klinik di jalan Kusuma Bangsa No.5 Surabaya. Ayah dan anak ini telah mengkombinasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional yang patut diapresiasi.

Menurut Francisco, hidup manusia dengan hewan saling berhubungan, sehingga perlunya memiliki wawasan kesehatan pada hewan dan wawasan kesehatan pada manusia.

Jadi, ketika ada masalah pada hewan yang akan mempengaruhi kesehatan pada manusia, cara mengatasi hal tersebut sudah diketahui. Perlu diketahui bahwa pengobatan akupuntur sudah digunakan sejak 2000 tahun lalu.

Pengobatan inilah yang membuat sebagian orang percaya bahwa akupuntur memang memiliki hasil yang lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan pengobatan biasa.

Seiring berkembangnya zaman, akupuntur juga tidak hanya menggunakan jarum saja. Pengobatan tradisional Cina ini bisa memanfaatkan alat berupa pen akupuntur, ramuan, bantuan listrik dan lainnya.

Pen akupuntur dikhususkan bagi orang yang takut akan jarum namun ingin mencoba melakukan terapi ini. Perlu Anda ketahui juga, bahwa pengobatan akupuntur juga tidak hanya bisa diterapkan pada manusia.

Terapi ini juga bisa dilakukan pada hewan, seperti aniing dan kucing. Jadi, akupuntur tidak berfokus pada kesehatan manusia saja, namun kesehatan hewan juga bisa diatasi.

Itulah hasil kolaborasi akupuntur dengan metode lainnya yang menghasilkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi karena keefektifannya. Semoga dari pengalaman ayah dan anak ini bisa menjadi penyemangat kita agar terus berpikir positif dan memunculkan inovasi baru.