Komunitas MoBI, Rujukan Informasi dan Inspirasi Penting bagi Insan yang Ingin Sembuh dari Diabetes

MoBI (Miracle of Breath Indonesia) adalah komunitas gerakan sosial untuk membantu para penyandang diabetes mellitus atau kerap hanay disebut Diabetes.

Komunitas yang dipelopori Eko Yudho Tamtomo ini sudah membuktikan, diabetes bisa disembuhkan tanpa obat, ramuan atau alat. Caranya sederhana dengan mengubah pola hidup, yang harus dilakukan dengan disiplin dan sepenuh hati.

Melansir MetaSatu, MOBI memiliki tujuan berbagi informasi dan inspirasi bahwa diabetes bisa disembuhkan dengan cara mengikuti pola makan baru (PMB), Intermittent Fasting (IF) dan olah napas.

Seperti diketahui, pendapat umum yang berkembang di tengah masyarakat termasuk dunia kesehatan, bahwa diabetes juga dipercaya sebagai suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Akan tetapi, Miracle of Breath Indonesia atau lebih sering disebut MOBI memiliki keyakinan berbeda. MOBI yakin bahwa diabetes dan berbagai penyakit turunannya bisa disembuhkan.

Eko sendiri tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang medis atau kedokteran. Dia memiliki latar belakang pendidikan ekonomi namun memiliki interes yang besar di dunia medis. Namun, Eko banyak membaca jurnal dan penelitian mengenai berbagai macam penyakit dan pengobatan.

Sekira tahun 2017, MOBI didirikan dan berawal dari pengetahuan dan pengalaman Eko mendalami ilmu pernapasan untuk bela diri dan kebugaran. Cikal bakal MOBI ini muncul di Universitas Tanjung Pura di Pontianak di mana Eko mulai melatih pernapasan untuk kebugaran dan kemudian menjadi komunitas untuk penyembuhan.

Meniadakan Asupan Karbohidrat

Eko menjelaskan bahwa musuh utama adalah karbohidrat. Oleh karenanya penderita diabates harus meniadakan asupan karbohidrat seperti dijabarkan dalam PMB. Salah satu bukti nyata tentang bahaya karbohidrat adalah suku Inuit yang tinggal di kawasan Kutub Utara. Selama ribuan tahun mereka hidup dengan berburu dan menjadi pemakan daging sehingga disebut juga suku Eskimo oleh orang Denmark dan Perancis yang artinya pemakan daging.

BACA JUGA  Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Nah selama mereka menjadi pemakan daging, rata-rata orang suku Inuit memiliki tingkat kesehatan yang baik dan jarang terkena penyakit degeneratif.

Namun ketika modernisasi mulai melanda dan mereka mulai mengenal makanan dari tumbuhan yang mengandung karbohidrat, penyakit degeneratif seperti diabetes dan turunannya juga mulai menghampiri mereka.

Pada awalnya MOBI hanya ada di Pontianak karena pelatihannya diadakan secara tatap muka. Terlebih pesertanya juga masih sangat terbatas. Namun sejak pandemi Covid-19, mulai melanda Indonesia awal 2020, segala kegiatan tatap muka di kawasan Universitas Tanjung Pura pun dilarang.

Sebagai jalan keluarnya, mulailah pelatihan MOBI diadakan secara daring dan dampak positifnya adalah jumlah peserta meningkat dengan cepat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia bahkan sebagian peserta tinggal di luar negeri.

Ketika ditanya berapa rata-rata tingkat kesembuhan dari sekian banyak peserta pelatihan. Eko menyebutkan angka 30-40 persen.

“Hal ini dikarenakan yang bisa membuat sembuh sesungguhnya adalah peserta sendiri dengan mengikuti segala arahan dan peraturan dalam pelatihan secara disiplin,” tambah Eko.

Sementara itu, Untung Lusianto (61), yang menjadi salah satu mentor di pelatihan MOBI menjelaskan, dia sudah terkena diabetes lebih 25 tahun. Segala macam pengobatan telah dicoba, namun seperti vonis dokter, penyakit itu setia menemaninya.

“Saya bergabung di MOBI mulai Aril 2021 dan ketika itu tingkat gula darah saya lumayan tinggi,” ujar Untung memberikan testimoni.

Untung juga bercerita bahwa dia menjadi mentor karena ingin membantu orang banyak bisa melawan diabetes seperti dirinya. Banyak kendala yang harus dihadapi selama menjadi mentor karena harus melayani banyak peserta yakni 100 orang setiap angkatan, dengan latar belakang budaya, pengetahuan dan sifat yang berbeda.

BACA JUGA  Dokter: Akupuntur Bantu Kurangi Nyeri Menopause pada Wanita

“Selain alumni MOBI, salah satu syarat menjadi mentor adalah memiliki kesabaran dan passion,” terang Eko.

Baik Eko maupun Untung mengisahkan banyaknya kendala dalam menjalankan pelatihan di MOBI. “Salah satunya adalah asumsi umum yang menghakimi diabetes sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan,” ujar Eko sambil menjelaskan banyak juga yang sempat meragukan kredibilitas dirinya yang sama sekali tidak memunyai latar belakang pendidikan medis.

“Saya juga mengalami pasang surut dalam mengikuti pelatihan di MOBI, terutama ketika gula darah saya susah turun lagi ketika jeda dari PMB dan Intemittent Fasting ke latihan pernapasan,” kata Untung. [AB]

TERBARU

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika...

Astaga! Kantor Dokter AS ini Salah Menagih Biaya Perangkat Akupuntur Setara Rp16 Miliar

Melansir laman Cleveland, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa sebuah...

Bagaimana Terapi Akupuntur Bisa Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anda?

Akupunktur adalah salah satu bentuk pengobatan dalam Traditional Chinese...

Jangan Gegabah, Suplemen ini Tak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Obat

Suplemen adalah produk nutrisi tambahan yang sering dikonsumsi oleh...

Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada terhadap beberapa Penyakit Tropis ini

Kementerian Kesehatan RI menghimbau masyarakat agar waspada terhadap beberapa...

Jadi Paham, Ternyata Ini Perbedaan Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kekayaan sumber hayati...

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga dan perlu dipelajari. Berbagai ramuan yang berasal dari alam sekitar digunakan dalam praktek pengobatan tradisional....

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang digunakan di Asia oleh para praktisi Pengobatan Tradisional Cina (TCM), baik di lingkungan klinis maupun...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita semakin terpisah dari alam. Namun, karena kita adalah bagian dari alam, kita tidak dapat bersembunyi...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang kuat dalam kesehatan holistik sejak kecil. Ia mengonsumsi teh herbal yang dibuat oleh ibunya, yang...

Kerokan, Metode Pengobatan Tradisional yang Sudah Berusia 2.000 Tahun

Kerokan adalah salah satu terapi yang jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Ternyata metode pengobatan tradisional ini sudah berumur lebih dari 2.000 tahun....

Astaga! Kantor Dokter AS ini Salah Menagih Biaya Perangkat Akupuntur Setara Rp16 Miliar

Melansir laman Cleveland, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa sebuah kantor dokter di Ohio yang sudah tidak beroperasi, Westlake, salah menagih Medicare sebesar $1,1 juta...