Manfaat Akupuntur Untuk Inkontinensia Urine

Manfaat Akupuntur Untuk Inkontinensia Urine – Mungkin masih belum banyak orang yang paham dengan Inkontinensia urine. Inkontinensia urine merupakan gejala yang membuat seseorang kesulitan untuk menahan buang air kecil. Akibatnya, orang tersebut mudah sekali untuk mengompol. Biasanya gejala ini dialami oleh para lansia, entah itu wanita maupun pria. Bagi orang yang memiliki lansia sering mengompol, mungkin akan sedikit repot.

Seorang yang mengalami Inkontinensia Urine akan mudah mengompol pada saat mengalami tekanan. Maka dari itu, orang tersebut sebisa mungkin untuk tidak tertawa keras, batuk, bersin, hingga mengangkat beban yang membuat kandung kemih tertekan. Selain itu juga karena memang sudah tidak bisa menunda buang air kecil. Ini terjadi ketika otot kandung kemih berkontraksi keras.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gejala ini muncul. Mulai dari karena usia sudah lanjut, faktor keturunan, merokok, obat-obatan dan lainnya. Jika mengalami masalah ini, kalian perlu untuk memberikan pengobatan ke penderita. Jangan biarkan gejala ini terus menghantui, lakukan pengobatan salah satunya dengan akupuntur.

Manfaat Akupuntur Untuk Inkontinensia Urine

Akupunktur terbukti efektif untuk pengobatan inkontinensia urin. Beberapa penelitian menemukan akupunktur aman dan efektif untuk mengurangi jumlah kebocoran urin dan frekuensi kebocoran urin yang tidak terkontrol. Penelitian mengungkapkan bahwa akupunktur mengungguli obat-obatan dan meningkatkan efektivitas latihan Kegel dan obat-obatan herbal atau lainnya.

Inkontinensia urin terjadi ketika urin tidak sengaja bocor dari uretra. Stress urinary incontinence (SUI) adalah jenis inkontinensia urin yang terjadi selama aktivitas fisik seperti batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat. Ini adalah jenis inkontinensia urin yang paling sering menyerang wanita. Saat ini, perawatan konvensional mencakup penerapan latihan panggul untuk gejala ringan, yang membantu memperkuat otot panggul dan otot sfingter di leher kandung kemih.

BACA JUGA  Bisakah Akupuntur Membantu Cedera di Tempat Kerja ?

Penelitian yang dipublikasikan menunjukkan efektivitas electroacupuncture yang diterapkan pada daerah lumbosacral (punggung bawah). Jumlah kebocoran urin elektroakupuntur berkurang 54% selama sesi pengobatan 6 minggu. Percobaan klinis acak yang melibatkan 12 rumah sakit di Tiongkok dilakukan antara Oktober 2013 dan Mei 2015 yang mencakup 504 wanita dengan SUI antara usia 40 dan 75 tahun (Liu et al.).

Para peserta secara acak dipisahkan menjadi dua kelompok yang terdiri dari 252 peserta per kelompok. Setiap peserta diberikan 18 sesi lebih dari 6 minggu. Satu kelompok menerima sesi electroacupuncture yang melibatkan wilayah lumbosacral, sementara kelompok lain menerima sesi electroacupuncture palsu, di mana tidak ada peralatan yang menusuk kulit pada titik akupunktur palsu. Titik akupunktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah BL33 (Zhongliao) dan BL35 (Huiyang).

TERBARU

Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia: Dasar Hukum hingga Kemitraan

Pelayanan kesehatan tradisional telah diakui keberadaannya sejak dahulu kala...

Seminar PIKTI: Integrative Care for Chronic Cough

Seminar untuk umum via Zoom Meeting Pendaftaran Gratis 📝 dapat...

Simak Kegunaan Hipnoterapi Dalam Mengatasi Kecanduan

Hipnoterapi adalah metode pengobatan berbasis bukti yang digunakan untuk...

Mengenal Terapi CBT dan Cara Kerjanya Dalam Mengatasi Adiksi

Cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah terapi psikologi yang populer dan...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan...

Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia: Dasar Hukum hingga Kemitraan

Pelayanan kesehatan tradisional telah diakui keberadaannya sejak dahulu kala dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Berikut ini pemaparan dari...

Seminar PIKTI: Integrative Care for Chronic Cough

Seminar untuk umum via Zoom Meeting Pendaftaran Gratis 📝 dapat E-Sertifikat (Untuk mendapatkan E-Sertifikat dimohon registrasi dulu & nama saat pendaftaran dan nama di Zoom harus...

Simak Kegunaan Hipnoterapi Dalam Mengatasi Kecanduan

Hipnoterapi adalah metode pengobatan berbasis bukti yang digunakan untuk mengatasi kecanduan dan masalah psikologis lainnya. Proses ini menggabungkan hipnosis, yaitu perubahan kesadaran yang diinduksi...

Mengenal Terapi CBT dan Cara Kerjanya Dalam Mengatasi Adiksi

Cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah terapi psikologi yang populer dan efektif dalam mengatasi berbagai masalah emosional dan perilaku, termasuk adiksi. CBT didasarkan pada teori bahwa...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal dari pengobatan tradisional China. Praktiknya melibatkan seorang praktisi yang membakar ramuan moxa pada atau di...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia fisik atau yang disebut sekala dan dunia spiritual atau psikis yang disebut niskala. Dalam pengobatan...