Manfaat Akupuntur Untuk Mengobati Nyeri Raynaud – Jarang ada kasus orang yang mengalami Raynaud. Raynaud sendiri merupakan kondisi dimana beberapa area tubuh akan teras keras sampai mati rasa. Suhu tubuh juga aka menjadi dingin dan kerap menimbulkan rasa nyeri. Fenomena ini umumnya lebih sering dialami seorang wanita dan biasanya dialami oleh mereka yang usianya 25-30 tahun.

Fenomena ini banyak dialami oleh orang yang hidup di daerah dataran tinggi dengan iklim dingin. Penyakit ini bisa menular ke orang yang merawat pasien Raynaud. Penyebab secara detail mengenai penyakit ini belum diketahui, namun dugaan lain karena pembuluh darah di jari kaki dan tanngan bereaksi berlebihan. Khususnya ketika sedang berada di suhu yang dingin atau stres.

Ketika mengalami suhu dingin atau sedang stres, pembuluh darah kecil yang biasanya mengalirkan darah ke kulit akan menyempit. Sehingga membuat sirkulasi darah pada area tersebut akan mengurang. Aliran darah akan terbatas jika kondisi ini semakin parah. Ini bisa membuat area tubuh seperti keras.

Manfaat Akupuntur Untuk Mengobati Nyeri Raynaud

Sebuah riwayat kasus yang diterbitkan dalam Acupuncture in Medicine menyelidiki akupunktur untuk pengobatan fenomena Raynaud. Para peneliti menyimpulkan bahwa akupunktur mengurangi tingkat intensitas nyeri pasien, mengurangi kekakuan sendi dan Akupunktur CEU Online menormalkan warna jari tangan dan kaki pasien. Fenomena Raynaud terdiri dari penyakit Raynaud (idiopatik) dan sindrom Raynaud (sekunder).

Fenomena Raynaud (RP) adalah gangguan vasospastik yang menyebabkan perubahan warna pada jari tangan, kaki dan daerah lainnya. RP disebabkan oleh stimulasi sistem saraf simpatis berlebihan yang menyebabkan vasokonstriksi berlebih. Hipoksia yang diakibatkannya menyebabkan perubahan warna dan terkadang nyeri, bengkak, ulserasi, atau nekrosis. Paparan dingin memperburuk kondisi dan kehangatan cenderung meringankan gejala.

Akupunktur diterapkan pada seorang wanita, tiga puluh tahun, yang menderita rasa sakit dan kaku pada ekstremitas akibat penyakit Raynaud. Akupunktur diaplikasikan pada acupoint LI4 (Hegu) secara bilateral. Akupunktur diterapkan total lima menit dengan laju dua kali per minggu selama dua bulan. Para peneliti mencatat bahwa pengukuran sitokin proinflamasi serum pasien menunjukkan efek anti-inflamasi dari perawatan akupunktur. Para peneliti menyimpulkan bahwa akupunktur “harus dipertimbangkan sebagai pengobatan alternatif atau terapi non-farmakologis untuk nyeri yang terkait dengan RP (fenonmenon Raynaud).”