Mengenal dan Memahami Fungsi Alat Kesehatan di Rumah Anda

Memiliki alat kesehatan dapat membantu mengontrol kondisi kesehatan sekaligus membuat Anda lebih siap dalam menghadapi bahaya. Oleh sebab itu penting mengenal dan memahami fungsi alat kesehatan yang Anda miliki di rumah.

Mengenal & Memahami Fungsi Alat Kesehatan di Rumah

Pada umumnya, hampir setiap rumah tangga memiliki Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelekaan (P3K). Di dalamnya Anda bisa menempatkan perban, plester, kain kasa, pinset, dan cairan antiseptik. Selain itu, Anda bisa juga memuat obat-obatan dasar, seperti obat anti-alergi, obat diare, dan obat pereda nyeri.

Selain kotak P3K untuk potensi cedera, sejumlah alat kesehatan di bawah ini juga sebaiknya Anda miliki. Penjelasan setiap poin di bawah ini akan membantu untuk memahami fungsi alat kesehatan di rumah Anda.

* Timbangan
Timbangan berat badan juga penting Anda miliki di rumah. Fungsinya kurang lebih serupa dengan alat ukur pinggang atau waist ruler, yaitu untuk memantau berat badan Anda dan berusaha tetap berada pada rentang sehat.

- Advertisement -

Hal ini karena berat badan berlebih berkaitan dengan berbagai potensi terjadinya penyakit, mulai dari sleep apnea, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, hingga gangguan kehamilan.

* Termometer
Termometer berfungsi untuk mengukur suhu tubuh. Alat kesehatan ini perlu Anda miliki di rumah, terutama bila ada anak-anak. Pemantauan suhu tubuh merupakan hal penting karena peningkatan suhu tubuh atau demam pada temperatur tertentu dapat menjadi tanda sejumlah kondisi.

Kondisi tersebut meliputi heat stroke, infeksi virus atau bakteri, hingga efek samping obat-obatan atau imunisasi tertentu, seperti obat antibiotik atau pasca imunisasi tetanus.

* Tensimeter
Tensimeter adalah alat untuk mengukur tekanan darah. Memiliki alat kesehatan ini lebih diutamakan bagi Anda yang pernah mengalami hipertensi ataupun berisiko mengalaminya, seperti mengalami obesitas atau memiliki keluarga dengan kondisi serupa.

BACA JUGA  Jangan Asal Tiru Pola Diet Para Seleb, Simak 3 Prinsip Diet Menurut Ahli Gizi!

Dengan memiliki tensimeter, Anda dapat memantau tekanan darah dengan lebih baik dan mengantisipasi lebih awal bila angka tekanan darah di luar normal. Tekanan darah yang terlalu tinggi ataupun rendah bisa menjadi tanda bahaya, seperti hipertensi dan gangguan jantung.

* Alat tes gula darah
Alat kesehatan ini juga biasa disebut sebagai glucose meter. Alat tes gula darah lebih diutamakan dimiliki oleh penderita diabetes atau seseorang yang berpotensi mengalaminya, seperti memliki keluarga dengan kondisi serupa.

Dengan memiliki alat tes gula darah, kondisi kesehatan Anda akan terpantau sehingga potensi terjadinya bahaya akan jauh lebih kecil.

Alat ini biasa digunakan untuk mengontrol gejala ataupun mengatasi sejumlah gangguan yang berhubungan dengan paru-paru, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Oleh karena itu, bila Anda memiliki gangguan paru-paru, sangat penting memiliki alat ini.

* Alat ukur pinggang
Anda sebaiknya memiliki alat ukur pinggang di rumah. Alat ini banyak dijual di supermarket, toko online, ataupun klinik. Bentuknya mirip dengan meteran gulung yang sering digunakan oleh penjahit.

Memiliki alat ukur pinggang penting untuk memantau ukuran lingkar pinggang Anda. Lingkar pinggang dapat menjadi tolok ukur beberapa kondisi kesehatan. Kenapa?

Pasalnya, semakin besar lingkar pinggang Anda, semakin banyak pula simpanan lemak di perut. Tumpukan lemak ini dapat berbahaya bagi kesehatan.

Banyaknya lemak di perut dapat meningkatkan sejumlah risiko penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Pria Asia sebaiknya memiliki lingkar pinggang kurang dari 94 cm, sedangkan wanita Asia sebaiknya memiliki lingkar pinggang kurang dari 80 cm.

Meski demikian, saat Anda memiliki lingkar pinggang lebih dari angka tersebut, Anda tidak serta-merta langsung berpotensi mengalami penyakit tertentu. Lingkar pinggang juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan kerangka tubuh. Jadi sejumlah tes lanjutan diperlukan hingga bisa mendiagnosis seseorang menderita kondisi tertentu.

BACA JUGA  Mempelajari Akupuntur Melalui Buku Dan Kursus

* Tabung oksigen
Kekurangan oksigen bisa menjadi kondisi darurat. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan umumnya ditandai dengan sesak napas, napas terengah-engah, bengek, berkeringat, hingga berubahnya warna kulit menjadi ungu atau kebiruan.

Oleh karena itu, tabung oksigen penting untuk dimiliki, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat anemia, gangguan paru-paru dan penyakit jantung. Anda bisa memilih tabung oksigen ukuran kecil sehingga mudah disimpan dan dibawa bepergian.

Keberadaan alat kesehatan di rumah sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan dan mengantisipasi terjadinya bahaya. Alat-alat kesehatan tersebut pun umumnya mudah didapat dan praktis. Jadi, penting bagi Anda untuk memahami fungsi alat kesehatan yang tersedia di rumah. [AB]

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...