Mengenal Terapi Air Panas Balneoterapi, Bisa Dijajal di Lau Debuk-debuk – Karo

Balneoterapi atau balneotherapy adalah terapi perawatan menggunakan air panas mineral sulfur (belerang) serta gas limpur vulkanis.

Terapi dengan sumber air panas mineral ini besar manfaatnya untuk memberikan relaksasi, sekaligus mengatasi berbagai gangguan kulit, nyeri persendian dan cedera olahraga.

Terapi Balneoterapi menggunakan air panas yang diambil dari air pada sistem panas bumi. Air mineral ini mengandung beberapa ion yang penting, diantaranya kation Na, K, Ca, dan Mg serta anion SO4, Cl, dan HCO3 melebihi 1 gram/liter.

Dalam prakteknya air mineral ini harus bebas bakteri karena beberapa elemen tadi akan diserap melalui kulit dan akan menjadi zat kekebalan tubuh yang aktif yang akan memainkan peranan penting dalam metabolisme dan mekanisme mineral dalam tubuh.

Sedangkan panas yang dibutuhkan oleh balneoterapi ini minimal sebesar 20°C yang dihasilkan dari mata air alami ataupun diambil langsung dari air sumur geotermal.

Balneoterapi ini sebenarnya masih cukup sulit untuk dipelajari karena biasanya menjadi bagian dari terapi spa di banyak negara.

Namun efek dari adanya balneoterapi ini dapat dirasakan dengan melakukannya secara rutin. Kualitas adanya balneoterapi ini akan maksimal apabila dipadukan dengan spa.

Orang yang melakukan spa, tidak hanya mendapatkan fasilitas berendam secara metode balneoterapi tapi akan mendapatkan hal lain seperti pijat, elektroterapi, dan olahraga yang tentunya akan menambah kualitas dari perawatan ini.

Ditinjau secara medis, perawatan ini akan berjalan apabila dilakukan secara rutin minimal dalam tempo 2-3 minggu sekali.

Sebuah penelitian dari beberapa dokter di rumah sakit luar negri menerangkan bahwa adanya metode balneoterapi di beberapa rumah spa selain bisa untuk sebagai refleksi syaraf untuk mencari ketenangan secara psikologis tetapi juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

BACA JUGA  Kementerian Kesehatan Tunjuk Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Penyakit yang dapat disembuhkan dengan berendam menggunakan metode balneoterapi ini diantaranya adalah ostreoartritis, fibromyalgia, sakit punggung kronis, arthritis psoriatis dan rheumatoid arthritis.

Namun parameter kesembuhan ini hanya bisa dicapai dengan perawatan jangka panjang. Tetapi hampir semua penelitian di rumah sakit menunjukkan adanya kemajuan percepatan waktu penyembuhan antara pasien yang menggunakan balneoterapi sebagai media penyembuhan bagi penyakit mereka dan yang tidak.

Dari studi balneotherapy ini juga tidak didapat adanya efek samping buruk yang serius.

Dengan begini berarti di indonesia sistem ini dapat dikembangkan dengan mudah dan lebih murah dibandingkan dengan yang telah dikembangkan di Eropa semisal di Belanda.

Di sana mereka mendapatkan air hangat dengan menggunakan alat pemanas, yang berarti harus mengeluarkan biaya dalam hal ini.

Salah satu destinasi balneoterapi untuk terapi air panas di Indonesia, ada di Air Panas Lau Debuk-debuk, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Obyek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi, mengandung unsur belerang, dapat mengobati penyakit gatal–gatal dan biasa dibuat sebagai pengganti mandi sauna. [AB]

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...