Banyak yang belum mengetahui bahwa mengobati hipertensi dengan akupuntur memang bisa dilakukan. Akupuntur menjadi pengobatan alternatif yang banyak dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit. Karena memang efeknya cukup baik untuk kesehatan. Akupuntur ini berasal dari China yang memang terkenal dengan pengobatan alternatifnya. Salah satu manfaatnya yakni untuk mengobati hipertensi yang memang banyak dialalami.

DIDUKUNG OLEH:

Mengobati Hipertensi dengan Akupuntur

Jika Anda belum mengetahui, hipertensi sendiri merupakan gejala dimana seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Gejala ini akan sangat berbahaya jika dibiarkan terus menerus. Karena nantinya bisa memicu masalah lain seperti stroke, serangan jantung dan masalah komplikasi lainnya. Selain melalui jalur medis, gejala ini bisa diatasi dengan menggunakan terapi akupuntur.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, Irvine menemukan hal yang mengejutkan. Pengobatan alternatif asal China ini mampu membuat tekanan darah menurun. Hal ini disebabkan adar opioid akan meningkat ketika dilakukan terapi akupuntur. Opioid di area otak yang biasa disebut dengan rostral ventrolateral medulla (rVLM) yang mengatur gejala hipertensi.

Akupuntur memang banyak menjadi pilihan untuk pengobatan lain. Karena memang sudah banyak orang yang merasakan manfaat dari akupuntur ini. Anda bisa mengatasi gejala hipertensi ini dengan menggunakan terapi akupuntur. Asalkan dilakukan dengan baik, terapi ini akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh seorang pasien.

Gejala hipertensi sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari karena kecanduan alkohol, kehamilan, gangguan pada ginjal dan gangguan penrafasan. Umumnya gejala ini dialami oleh orang yang memang sudah masuk usia lanjut, sesorang yang biasa merokok atau minum alkohol, faktor turunan dan yang lainnya. Jadi tidak hanya orangtua saja yang bisa mengalami gejala ini.

AKupuntur bisa dijadikan solusi untuk mengatasi gejala hipertensi. Selain itu Anda juga harus sadar, ada beberapa makanan yang yang harus dihindari mulai dari kopi, daging, kulit ayam, susu kalengan. Anda harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat seperti buah, susu rendah lemak, pisang, ikan dan juga minyak zaitun.