Mengobati limfadenopati atau kelenjar getah bening ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan terapi akupuntur. Selain itu, beberapa bahan alami juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini.
Mengobati Limfadenopati Dengan Akupuntur
Pembengkakan pada kelenjar getah bening tentu saja bisa mengganggu keseharian. Kondisi ini bisa muncul karena adanya infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
Selain virus dan bakteri, penyebab munculnya penyakit ini juga bisa disebabkan karena faktor kelainan sistem imun dan sel kanker, namun kasus ini biasanya jarang terjadi.
Pembengkakan pada kelenjar getah bening biasanya terjadi pada area di bawah telinga, leher maupun ketiak. Untuk mengobati penyakit ini, Anda tidak perlu khawatir langsung pergi ke dokter, cobalah cara alami di bawah ini:
– Bawang putih
Penggunaan bawang putih bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kelenjar getah bening. Anda bisa mencampurkannya dalam masakan, atau membuat minyak bawang putih untuk dioleskan di area yang bengkak.
– Pengobatan alternatif
Terapi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi kelenjar getah bening adalah akupuntur, akupresur dan tai chi. Ketiga jenis pengobatan ini diklaim efektif dalam mengobati berbagai penyakit.
– Minyak kelapa
Anda bisa menghangatkan minyak kelapa terlebih dahulu sebelum dioleskan ke area yang bengkak. Minyak kelapa memiliki manfaat antiradang, antivirus dan juga antibakteri.
– Teh chamomile
Untuk mengatasi kelenjar getah bening, Anda bisa mengkonsumsi teh ini sebanyak 2-3 gelas perhari sampai pembengkakan mulai mereda dan mengecil.
– Lidah buaya
Anda bisa memanfaatkan gel dari lidah buaya untuk dioleskan ke area yang bengkak, dan tutup dengan kain selama 25 menit sebelum dicuci atau dibersihkan. Anda bisa melakukannya sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.
Selain bahan dan terapi yang disebutkan di atas, penggunaan baking soda dan garam laut juga bisa dimanfaatkan untuk mengempeskan bengkak. Campuran cuka apel dan madu untuk diminum juga bisa digunakan untuk meredakannya.
Cara-cara alami di atas bisa Anda coba sebelum memeriksakan diri ke dokter. Tetapi, jika Anda ragu melakukannya, Anda bisa mengkonsultasikannya pada ahlinya terlebih dahulu sebelum melakukannya.



