Meski Bikin Senang, Lato-lato Punya Efek Samping Ini Terhadap Kesehatan Lho!

Permainan Lato-Lato saat ini sedang viral dan banyak dimainkan oleh bocah hingga orang dewasa. Namun, karena kurangnya kesadaran dan kurangnya tata cara bermain yang aman, permainan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Melansir laman  Kaltim Post, Dr. Fajar Rudi Qimindra, seorang dokter spesialis saraf di RS Pertamina Balikpapan, permainan Lato-Lato memiliki energi potensial yang berbahaya bagi tiga organ tubuh yang penting, yaitu mata, kepala, dan leher. Benturan pada mata dapat menyebabkan trauma, sedangkan benturan pada kepala dapat menyebabkan infraktur pada tulang tengkorak. Bahkan, tali Lato-Lato dapat terlepas dan menjerat leher, yang dapat memicu reaksi jantung karena adanya saraf autonom yang berbahaya di area tersebut.

Dr. Qimindra merekomendasikan untuk bermain Lato-Lato dengan aman dengan menggunakan perlindungan seperti kacamata dan helm. Kementerian Kesehatan juga menyarankan bahwa anak-anak yang bermain Lato-Lato harus berusia minimal 8 tahun.

Walaupun memiliki beberapa dampak negatif, Lato-Lato juga memiliki manfaat positif bagi kesehatan. Melansir laman Republika, menurut dokter kejiwaan, dr. Isa Multazam Noor, mainan ini justru memiliki efek positif bagi kesehatan jiwa anak. Dalam hal biologis dan psikososial, Lato-Lato memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan anak. Berikut beberapa di antaranya:

- Advertisement -
  1. Meningkatkan perkembangan sosio-emosional anak
  2. Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama anak
  3. Meningkatkan kemampuan sosialisasi anak
  4. Membantu memperkuat kemampuan belajar anak dan meningkatkan koordinasi
  5. Meningkatkan pemahaman anak terhadap hukum Newton II

Dr. Isa juga mengatakan bahwa Lato-Lato berpotensi mengalihkan dan mengurangi dampak kecanduan gawai pada anak-anak. Mainan ini menstimulus kemampuan motorik anak, meningkatkan fungsi koordinasi melalui aktivitas kognitif dan motorik, serta melatih anak untuk fokus dan konsentrasi.

Lato-Lato juga memunculkan sikap kompetitif pada anak, memotivasi mereka untuk mencapai target dan berjuang untuk memenangkan lomba. Untuk memastikan bahwa permainan Lato-Lato memiliki efek positif bagi anak, dr. Isa menjelaskan bahwa permainan yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip play therapy, yaitu membuat anak merasa senang dan memiliki harga terjangkau. Mainan juga harus memiliki unsur interaktif dan kompetitif, serta mengembangkan rasa kesenangan pada anak. Prinsip teori Jean Piaget juga harus dipertimbangkan, yaitu bermain harus diberikan berdasarkan usia dan perkembangan kognitif anak.

BACA JUGA  Meredakan Nyeri Haid Dengan Terapi Akupresur

Meskipun permainan Lato-Lato sedang viral, penting untuk bermain dengan bijak dan memperhatikan kesehatan. Oleh karena itu, bila ingin bermain, pastikan untuk bermain dengan tata cara yang aman dan berguna untuk memanfaatkan manfaat positif dari permainan ini tanpa harus mempertimbangkan dampak negatif pada kesehatan.

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...