Napaktilas Perkembangan TCM di Indonesia

Traditional Chinese Medicine atau TCM adalah kumpulan prosedur pengobatan yang berasal dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Pengobatan ini mulai muncul sejak 3500 tahun lalu dan masih tetap dipertahankan dan eksis sampai sekarang di tengah pengobatan modern yang serba canggih.

Bagi masyarakat Tiongkok sendiri, TCM merupakan salah satu sumber pengobatan yang bisa menyembuhkan banyak penyakit. Tidak mengherankan jika TCM terus disempurnakan hingga saat ini.

Sebagian besar filosofi pengobatan tradisional China berasal dari filsafat Taois dan mencerminkan kepercayaan purba China yang menyatakan pengalaman pribadi seseorang memperlihatkan prinsip kausatif di lingkungan. Prinsip kausatif ini berhubungan dengan takdir dari surga.

TCM di berbagai negara yang menyebar keluar dari Cina juga telah beradaptasi dengan budaya setempat, sehingga TCM di negara lain seringkali memiliki nama yang berbeda.

Di Jepang, TCM berdiferensiasi menjadi Kanpo, lalu di Korea berdiferensiasi menjadi Oriental Medicine. Sementara di Indonesia, TCM dalam praktiknya dikenal sebagai Sinshe.

Sinshe di Indonesia sudah diakui oleh pemerintah sejak dulu, dengan organisasi yang menghimpun sinshe Indonesia atau dikenal dengan nama Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) mendapat kesempatan untuk bermitra langsung dengan Kementrian Kesehatan RI.

Dibentuk tahun 1975, IKNI dibina langsung oleh Kementerian Kesehatan RI sejak awal dibentuk dan melakukan pelayanan kepada masyarakat, juga mengadakan kursus dan pelatihan di bidang ilmu sinshe sejak tahun 1985.

Melansir dari Wikipedia, Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) adalah organisasi profesi sinshe atau pengobatan naturopatis Indonesia di mana IKNI (dahulu l.N.I) merupakan wadah perkumpulan para sinshe, seperti organisasi profesi dokter.

IKNI bertugas mengurus soal etika dan membantu para sinshe untuk berkomunikasi dengan sesama sinshe dan dengan pemerintah, termasuk dalam pengurusan izin praktik mereka.

BACA JUGA  Prof. Sim Kie Jie: “Ingin Terus Menulis Akupuntur untuk Ilmu Pengobatan Tradisional Indonesia”

Organisasi ini bertujuan melestarikan pengetahuan pengobataan tradisional Tionghua, hingga mereka membuka pengajaran bagi yang berminat untuk belajar tentang pengetahuan pengobatan tradisional Mandarin.

Sertifikasi Kompetensi Sinshe

Sejak September 2010, pendidikan nonformal sinshe mendapatkan pengakuan dari Dirjen PNFI/PAUDNI Kementrian Pendidikan Nasional RI dengan terbentuknya Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Sinshe.

Selain itu, UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan membahas mengenai pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan salah satu dari upaya pelayanan kesehatan perlu dikembangkan oleh masyarakat di Indonesia.

Mengutip dari Wikipedia, pengobatan tradisional di Indonesia, termasuk pengobatan tradisional China, diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional.

Surat Izin Pengobatan Tradisional (SIPT) diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat kepada praktisi yang metodenya telah memenuhi persyaratan penelitian dan pengujian serta terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

Belum ada peraturan yang tegas mengenai pendirian klinik pengobatan tradisional China, melainkan pemberian nomor registrasi. Registrasi dilakukan untuk memantau kinerja klinik, menfaat yang diberikan, dan mengetahui efek samping atau bahaya dari praktik yang dilakukan.

Akupunturis merupakan praktisi pengobatan tradisional yang disebutkan dapat memperoleh SIPT dan dapat diikutsertakan di sarana pelayanan kesehatan.

Dalam perkembangannya, Sinshe dapat dipelajari di Indonesia dengan berbagai susunan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang telah dibentuk.

Beberapa tujuan dari penyusunan KBK ini antara lain untuk memberikan acuan dalam menetapkan kurikulum bagi para peserta didik kursus untuk memperoleh kompetensi sebagai seorang sinshe.

Sinshe berbasis pada TCM, sehingga dalam proses pembelajarannya harus memiliki pengetahuan berdasarkan filosofi Yin dan Yang.

Karena telah beradapatasi dengan budaya masyarakat di Indonesia, maka tidak heran jika para sinshe juga menggunakan sumber alam Indonesia seperti jamu dalam memberikan pengobatan.

BACA JUGA  Terapi Akupuntur Di Ternate, Pertama Di Maluku Utara

Selain itu, ilmu akupuntur TCM yang diterapkan para sinshe juga telah banyak dipelajari oleh kalangan medis atau kedokteran Indonesia.

Berdasarkan KBK yang telah dibuat oleh IKNI, terbentuk beberapa kompetensi dasar jika seseorang ingin menjadi sinshe profesional.

Hal yang dipelajari untuk menjadi pakar sinshe diantara lain:

  • Menguasai pengetahuan mengenai konsep keseimbangan Yin dan Yang
  • Dapat mendiagnosis penyakit (bianbing) dan diferensiasi sindrom (bianzheng)
  • Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual tentang jalur meridian (jingluo) di seluruh tubuh, dan ilmu lainnya yang mendukung pengobatan.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...