Penyanyi Ini Terpuruk Gegara Rusak Saraf Otak, Akupuntur Bisa Atasi?

Penyanyi dangdut Nita Thalia mengaku hidupnya berada di titik nadir, sebab divonis kerusakan saraf otak. Kabar tentang sakit yang diderita sang artis, menggelitik kita untuk bertanya: apakah terapi akupuntur ampuh dalam menangani sakit saraf otak?

Setelah diperiksa oleh pihak medis, Nita Thalia diketahui mengalami sakit kerusakan saraf otak. “Aku terapi, aku didiagnosa sama dokter mengidap kerusakan saraf otak,” kata Nita.

Nita mengaku sebenarnya ia telah divonis sejak lima tahun lalu dan diminta untuk melakukan terapi. “Dari lima tahun lalu ketahuan cuma dibiarin aja, waktu itu masih level dua,” ujar Nita.

Nita Yulianti atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Nita Thalia adalah penyanyi dangdut dan produser rekaman berkebangsaan Indonesia. Ia mulai terjun ke dunia tarik suara dengan merilis album bertajuk “Kumis” yang laris di pasaran.

8 Gejala Anda Mengalami Kerusakan Saraf Otak

Melansir Hellosehat, ada beberapa ciri-ciri yang menandakan Anda mengalami kerusakan saraf otak. Antara lain:

1. Kebas atau mati rasa

Anda merasakan kebas seperti mati rasa, kesemutan, atau rasa terbakar yang menyebar di sekitar tangan dan kaki, terutama di bagian jari-jari.

Jika Anda merasakan gejala tersebut ketika sedang tidur dan bersifat sementara, hal ini masih relatif wajar. Tetapi jika Anda merasakannya berulang dan jangka waktu yang lama, segera konsultasikan ke dokter.

2. Sulit untuk bergerak

Kerusakan saraf bisa menurunkan aliran darah ke bagian tubuh tertentu, oleh karenanya Anda akan merasakan kekakuan yang menyebabkan sulit bergerak.

Menurut R. Glenn Smith, MD, PhD, seorang ahli saraf di Houston Methodist, jika kerusakan saraf terjadi di saraf motorik maka akan menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan.

Gejala ini bisa juga memberikan sinyal jika ada masalah serius yang membutuhkan tindakan cepat, misalnya stroke.

3. Kaki terasa sangat nyeri

Jika Anda merasakan sakit yang teramat sangat secara terus menerus, rasa panas, atau kesemutan yang dimulai di punggung bagian bawah dan menjalar ke bagian kaki, bisa jadi Anda merasakan linu panggul.

BACA JUGA  Kehebatan Tai Chi Dalam Ilmu Bela Diri Dan Kesehatan

Hal ini menandakan jika saraf siatik Anda sedang tertekan atau rusak, entah akibat jatuh atau lelah pada tulang belakang.

4. Kehilangan keseimbangan

Anda sering merasa hilang keseimbangan? Seperti tiba-tiba tersandung atau bahkan jatuh? Hal ini menandakan jika ada kerusakan saraf akibat kurangnya koordinasi.

Namun, kemungkinan bisa jadi ini merupakan tanda-tanda Parkinson, yaitu kerusakan yang terjadi pada sel-sel saraf di bagian otak.

5. Sering buang air kecil

Kerusakan saraf bisa juga sebagai sinyal jika kandung kemih Anda sedang mengalami kerusakan.

Akibatnya, Anda jadi sering buang air kecil. Terlebih jika Anda melahirkan anak secara normal atau memiliki diabetes, maka Anda lebih berisiko mengalami kerusakan saraf.

6. Sering sakit kepala

Jika Anda mengalami sakit kepala yang terjadi secara berulang dan dalam waktu yang tidak sebentar, kemungkinan Anda terkena occipital neuralgia yaitu suatu kondisi yang bisa terjadi karena saraf di leher Anda terjepit. Segera periksa ke dokter untuk memastikan kondisi saraf di bagian otak.

7. Keringat berlebih

Jika Anda mengeluarkan keringat berlebih atau terlalu sedikit mengeluarkan keringat tanpa ada jelasan yang jelas, bisa jadi ini adalah sinyal informasi kalau saraf yang membawa informasi dari otak ke kelenjar keringat sedang terganggu.

8. Respons otak melambat

Saraf sensorik seharusnya memberi tahu otak Anda jika ada hal-hal yang berbahaya dan mengancam.

Namun dalam hal ini, saraf sensorik justru tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Misalnya Anda mengalami luka bakar, sayatan, atau trauma karena tidak menyadari jika sudah menyentuh sesuatu yang panas, tajam, atau hal yang tidak membuat Anda nyaman.

4 Manfaat Akupuntur Untuk Kesehatan Otak

Akupuntur terapeutik telah digunakan dalam pengobatan Tiongkok selama ribuan tahun. Dalam praktik kuno ini, jarum tipis yang disterilkan ditempatkan di titik akupuntur untuk memulihkan keseimbangan dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan alami.

BACA JUGA  Terapi Akupuntur Untuk Atasi Masalah Kesuburan

Titik akupuntur, tempat jarum ditempatkan, memiliki koneksi ke berbagai wilayah otak dan sistem saraf, memicu respons sistemik secara keseluruhan serta pengobatan lokal.

Untuk alasan ini, akupuntur telah menunjukkan efektivitas dalam pengobatan penyakit dan gejala neurologis akut dan kronis. Tidak terkecuali manfaat akupuntur untuk kesehatan saraf otak tetap terjaga.

Mengatasi Nyeri

Sepanjang sejarahnya, akupuntur paling sering digunakan untuk mengatasi nyeri atau anestesi. Beberapa penelitian telah memastikan manfaatnya untuk nyeri kronis, termasuk sakit punggung, neuropati perifer, sakit kepala, nyeri kanker, neuralgia trigeminal, dan nyeri akibat fibromyalgia.

Tindakan akupuntur dalam memodulasi jalur nyeri bahkan telah dibuktikan oleh studi pencitraan otak.

Fokus dan memori yang lebih baik

Akupuntur menyebabkan keadaan tenang dan dapat membantu perhatian, pembelajaran, dan ingatan. Hal ini memungkinkan konektivitas keadaan istirahat yang lebih stabil dari jaringan sel otak dan meningkatkan respons vagal.

Penelitian pada hewan menemukan bahwa akupuntur meningkatkan fungsi kognitif, pembelajaran, dan memori. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian manusia untuk mengetahui keampuhan dari akupuntur.

Peningkatan kualitas tidur dan kecemasan

Akupuntur dapat memicu aktivasi otak dengan peningkatan rasio neurotransmitter tertentu, yang berkontribusi pada keadaan yang lebih rileks.

Rasa tenang ini dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak di malam hari. Sementara lebih banyak penelitian diperlukan, penggunaan akupuntur untuk insomnia telah terjamin.

Peningkatan aliran darah otak

Peningkatan aliran darah, secara umum, telah lama dianggap sebagai manfaat akupuntur, karena itu digunakan dalam pengobatan nyeri muskuloskeletal lokal.

Studi terbaru menunjukkan ada juga peningkatan angiogenesis, atau perkembangan pembuluh darah baru. Pembuluh darah baru di otak ini dapat meningkatkan aliran darah otak secara keseluruhan serta oksigenasi jaringan otak. Selain itu, akupuntur meningkatkan aliran darah dan aktivasi daerah nyeri sentral.

Demikian pembahasan mengenai kerusakan saraf otak, gejala penyakit dan sejumlah manfaat terapi akupuntur untuk organ otak kita. [EB]

TERBARU

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan...

Artis Drakor ini Sukses Rampingkan Tubuh dengan Diet Sehat, Bagaimana dengan Terapi Yang Sheng?

Artis cantik pemeran drama Korea 'The Heirs', Park Shin...

Apa itu Terapi Bekam? Apa saja Manfaatnya?

Terapi bekam adalah bentuk pengobatan alternatif yang kuno yang...

Apakah Terapi Akupuntur Efektif untuk Nyeri Punggung, Ini Penjelasan Riset

Akupunktur adalah salah satu teknik pengobatan alternatif yang telah...

Begini Hubungan Antara Trauma Dengan Adiksi Menurut Psikolog UI

Trauma memiliki hubungan yang erat dengan perilaku adiksi terhadap...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal dari pengobatan tradisional China. Praktiknya melibatkan seorang praktisi yang membakar ramuan moxa pada atau di...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia fisik atau yang disebut sekala dan dunia spiritual atau psikis yang disebut niskala. Dalam pengobatan...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada anak dan balita. Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen di...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam Pengobatan Tradisional Cina (TCM). Melansir laman Xinhuanet di Zimbabwe,...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang meninggal dunia setelah meminum jamu dari campuran daun kecipir dan kencur. Hal ini mengingatkan kita...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan dampak negatif tidak hanya pada individu yang mengalami adiksi, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat....