Penyanyi Ini Wafat Karena Kanker Paru, Akupuntur Bisa Sembuhkan?

Penyanyi legendaris Indonesia, Chrisye meninggal dunia gegara kanker paru. Berbicara mengenai penyakit kanker, tentu akan terbayang sebuah penyakit yang berbahaya. Bagaimana akupuntur bisa membantu atasi gejala penyakit kanker paru ini?

Pada tahun 2006, kesehatan Chrisye sempat membaik. Dia juga menghasilkan dua album kompilasi yaitu Chrisye by Request dan Chrisye Duets.

Namun pada tahun 2007, kesehatan artis bernama Chrismansyah Rahadi memburuk dan dia meninggal pada 30 Maret 2007 di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan.

Sesuai namanya, organ yang kerap diserang oleh penyakit ini ialah paru-paru. Maka dari itu dikenal dengan sebutan penyakit kanker paru-paru.

Penyakit ini timbul ketika kanker atau sel ganas tumbuh di area paru-paru. Orang yang mengalami penyakit ini dipastikan akan bermasalah dalam pernapasannya.

Salah satu penyebab utama dari penyakit ini adalah kebiasaan merokok. Maka tidak heran jika jumlah penderita kanker paru-paru cukup banyak di Indonesia. Karena masyarakatnya memang banyak yang gemar merokok. Selain itu juga bisa karena memiliki anggota keluarga yang juga penderita kanker ini.

Orang yang menderita kanker paru-paru pada umumnya akan mengalami beberapa gejala ini. Mulai dari batuk kronis, baruk darah, berat badan menurun, sesak napas dan sebagainya. Jadi akan sangat merepotkan jika mengalami gejala yang satu ini. Untuk itu, perlu dilakukan pengobatan agar nantinya penyakit ini bisa sembuh. Akupuntur bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.

Akupuntur Dapat Membantu Pasien Kanker Paru-Paru Untuk Sembuh

Sebuah penelitian baru menyimpulkan bahwa perawatan akupunktur berkorelasi dengan peningkatan gejala yang dialami oleh pasien kanker paru.

Dalam penelitian itu, mencatat bahwa pasien yang menderita kanker paru-paru kerap mengalami depresi, rasa sakit hingga kegelisahan. Hal ini memang wajar, mengingat penyakit ini menjadi salah satu yang paling berbahaya.

BACA JUGA  Mengenal Efek Samping Dari Terapi Akupuntur

Para peneliti mengungkapkan bahwa minimal enam kali perawatan akupunktur diperlukan untuk menjadikan 70% kemungkinan peningkatan kesehatan bagi pasien. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa memang akupuntur bukanlah pengobatan instan. Karena butuh proses yang tidak sebentar untuk bisa merasakan manfaatnya.

Akupuntur dipercaya dapat meringankan rasa sakit bagi pasien kanker paru. Sebanyak enam titik akupuntur dilakukan untuk mencoba penyembuhan penyakit ini.

Titik akupunturnya diantaranya sebagai berikut LI4, LV3, ST36, SP6, P6 dan LU7. Kemudian ditambah akupuntur telinga pada titik Shenmen, Subcortex dan Point Zero. Rumitnya pengobatan ini membuat tidak semua orang bisa melakukan akupuntur. [EB]

TERBARU

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan...

Artis Drakor ini Sukses Rampingkan Tubuh dengan Diet Sehat, Bagaimana dengan Terapi Yang Sheng?

Artis cantik pemeran drama Korea 'The Heirs', Park Shin...

Apa itu Terapi Bekam? Apa saja Manfaatnya?

Terapi bekam adalah bentuk pengobatan alternatif yang kuno yang...

Apakah Terapi Akupuntur Efektif untuk Nyeri Punggung, Ini Penjelasan Riset

Akupunktur adalah salah satu teknik pengobatan alternatif yang telah...

Begini Hubungan Antara Trauma Dengan Adiksi Menurut Psikolog UI

Trauma memiliki hubungan yang erat dengan perilaku adiksi terhadap...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal dari pengobatan tradisional China. Praktiknya melibatkan seorang praktisi yang membakar ramuan moxa pada atau di...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia fisik atau yang disebut sekala dan dunia spiritual atau psikis yang disebut niskala. Dalam pengobatan...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada anak dan balita. Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen di...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam Pengobatan Tradisional Cina (TCM). Melansir laman Xinhuanet di Zimbabwe,...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang meninggal dunia setelah meminum jamu dari campuran daun kecipir dan kencur. Hal ini mengingatkan kita...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan dampak negatif tidak hanya pada individu yang mengalami adiksi, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat....