Prof. Sim Kie Jie: “Ingin Terus Menulis Akupuntur untuk Ilmu Pengobatan Tradisional Indonesia”

Prof Sim Kie Jie mengenakan batik
Prof Sim Kie Jie (mengenakan batik)

Situasi pandemi covid-19 lalu, memberi waktu luang bagi Praktisi senior Akupuntur dan TCM, Prof. Sim Kie Jie untuk menulis buku Ilmu Penyakit Menular Bersifat Panas Wen Bing Xue

“Ini adalah karya buku saya yang keenam,” ucap Prof. Sim kepada Redaksi YakinSehat dalam bincang wawancara, belum lama ini.

“Saya sekarang berusia 81 tahun. Jadi, saya sekarang seperti setengah pensiun,” ucapnya disusul derai tawa.

Dia merasa terhormat, sebab ternyata buku ini mendapat apresiasi dari praktisi pengobatan tradisional di Indonesia. 

“Proses menulis buku ini kira-kira ada dua tahun. Terutama setelah covid, saya bisa konsentrasi sehingga rada banyak buku yang bisa ditulis,” katanya. “Semua ditulis dengan kata-kata yang sangat sederhana sehingga bisa dimengerti.”

Menurut Prof. Sim, latar belakang penulisan buku ini tak bisa dilepaskan dari pengalaman praktiknya pada tahun 1970-an silam. 

“Ketika itu, kebetulan ada pasien lumayan banyak. Baik dari kalangan masyarakat biasa hingga elit seperti Panglima Kodam Siliwangi dan Kapolda Jawa Barat. Dan dalam ranah ini, saya juga menjalin hubungan kerjasama juga dengan banyak dokter,” ujarnya.

Prof. Sim membantu tim medis dengan akupuntur, di mana masyarakat Indonesia masa itu belum begitu mengenal terapi yang berasal dari Tiongkok ini.

Seorang koleganya bernama dokter Ediana Roesli — sesepuh dan senior di kalangan mereka saat itu– kemudian mendorong Prof. Sim untuk mengembangkan ilmu pengetahuan perihal akupuntur. “Itu lah yang kemudian menjadi motivasi awal saya untuk menulis buku tentang akupuntur,” katanya, seraya menyebut nama Dr. Uton muchtar Rafei Mph. dan Dr. Rustandi Mph. termasuk yang memberinya motivasi senada.

buku ilmu penyakit menular bersifat panas Wen Bing Xue
buku ilmu penyakit menular bersifat panas Wen Bing Xue

Pemahaman Akupuntur akan Penyakit berbeda dengan Kedokteran Barat

Membahas perihal karya buku teranya, Prof. Sim mengawali dengan penjelasan bahwa Akupuntur memiliki pemahaman atas penyakit, yang berbeda dengan kedokteran Barat. 

BACA JUGA  Biaya Pengobatan Akupuntur di Palembang Terbaru

“Dalam ilmu medis Barat, tidak ada membahas perihal panas, dingin dan lain sebagainya. Semisal sakit ‘masuk angin’,” katanya.

Dia menerangkan, ada banyak penyakit bersifat panas, seperti flu, hepatitis. herpes zoster. “Oleh sebab itu, dalam pengobatan tradisional Tiongkok perlu menganalisa.”

Diakui Prof. Sim, sekarang ini masyarakat Indonesia sudah memahami dan menyambut baik terapi pengobatan akupuntur. “Jika kembali ke masa tahun 1960-an, masih banyak yang curiga dan tak yakin bahwa dengan jarum saja bisa menyembuhkan penyakit,” kenang pria yang hobi olahraga pingpong tersebut.

Dia bersyukur, pada masa itu belum banyak menangani pasien sehingga bisa memberi penjelasan gamblang.

“Saya mengatakan bahwa titik akupuntur dan jarum ini sudah ditemukan ribuan tahun lalu. Nah, titik ini masih sulit dijelaskan oleh kedokteran barat,” terangnya.

Namun, Prof. Sim mengingatkan bahwa praktik Akupuntur bukannya tidak ada kerjasama dengan dokter. “Kami bukannya mengatakan 100% bisa menyembuhkan. Kalau memang harus dirujuk dengan dokter spesialis, tentu kami akan menyampaikannya kepada pasien.”

Pada intinya, timpal pendiri Klinik Akupuntur Sim Kie Jie Setiabudi Regence Bandung itu, masyarakat cukup melihat faktanya saja. “Kalau faktanya bisa menyembuhkan, tentu masyarakat bisa menerima.”

Penulis buku Dasar Teori Ilmu Herba dan Akupunktur ini membagikan salah satu tips rahasia hidup sehatnya. “Dari ilmu yang saya pelajari, saya mengetahui bahwa makanan harus seimbang, ada telur, ada nasinya, dan lain-lain. Jadi, saya tidak ada milih makanan. Tapi porsinya saya atur.”

Prof. Sim menyampaikan, dirinya masih ingin terus melanjutkan karya tulisnya. “Sekarang saya sudah banyak penerus di Bandung. anak saya, menantu saya,” katanya. “Jadi, saya sekarang agak lepas, bisa lebih banyak menulis, untuk meningkatkan ilmu pengobatan tradisional di Indonesia.”

BACA JUGA  Meredakan Demam Tanpa Harus Menggunakan Obat

Menutup bincang wawancara, Prof. Sim memberi motto hidup sehat berikut: “Saya kira untuk pembaca jadi bisa berusaha, supaya menjaga kesehatan sendiri saja. Menjaga kesehatan sendiri lebih penting, daripada mencari dokter.” [AB]

TERBARU

Kiat Kontrol Kadar Gula Darah

Kondisi kadar gula darah yang tinggi biasa dikenal dengan...

Mengenal Brokoli, ‘Si Kribo’ Kaya Vitamin C

Dalam pola makan sehat yang menekankan asupan bergizi seimbang,...

Apa Itu Pijat Refleksi?

Merasa lelah dan jenuh saat bekerja adalah hal yang...

Horor COVID-19 di Tiongkok, Mulai Lockdown!

Seiring dengan kasus yang terus meningkat dan mencapai level...

Pilah Pilih Alat Refleksi

Salah satu sarana relaksasi yang tepat untuk menghilangkan pegal...

Cara Sederhana Membuat Jamu

Rempah-rempah merupakan sumber daya alam utama yang dimiliki Indonesia....

Ingin Jajal Terapi Jarum Akupuntur? Ini Efek Samping dan Cara Kerjanya

Akupuntur adalah pengobatan tradisional Tiongkok yang telah dikenal selama...

Mengenal Kulit Pohon Gandarusa yang Ampuh Atasi Rasa Sakit

Tanaman Gandarusa adalah sejenis tanaman perdu dengan karakter daun...

Membuat Jus Tak Perlu Cara Khusus

Mengonsumsi buah secara rutin bisa memberikan banyak manfaat. Mulai...

Opium Sebagai Obat Tradisional yang Efektif

Dalam sejarahnya, masyarakat di seluruh dunia telah secara sengaja...

Kiat Kontrol Kadar Gula Darah

Kondisi kadar gula darah yang tinggi biasa dikenal dengan istilah hiperglikemia, istilah ini juga sering dikaitkan dengan diabetes dan pradiabetes. Benar bahwa kamu tidak...

Mengenal Brokoli, ‘Si Kribo’ Kaya Vitamin C

Dalam pola makan sehat yang menekankan asupan bergizi seimbang, brokoli hampir selalu ada di dalam makanan yang wajib untuk dikonsumsi. Meskipun banyak yang tidak...

Apa Itu Pijat Refleksi?

Merasa lelah dan jenuh saat bekerja adalah hal yang wajar, justru hal tersebut merupakan suatu sinyal yang menunjukkan kalau kamu kurang asupan makanan, jarang...

Horor COVID-19 di Tiongkok, Mulai Lockdown!

Seiring dengan kasus yang terus meningkat dan mencapai level tertinggi sejak lockdown Shanghai, Pemerintah China bertahan dengan strategi penahanan COVID-19 yang ketat hampir tiga tahun setelah...

Pilah Pilih Alat Refleksi

Salah satu sarana relaksasi yang tepat untuk menghilangkan pegal dan rasa kaku pada tubuh adalah pijat refleksi. Dilansir dari Wikipedia.org, pijat refleksi merupakan ilmu...

Cara Sederhana Membuat Jamu

Rempah-rempah merupakan sumber daya alam utama yang dimiliki Indonesia. Sejak dahulu, rempah-rempah memiliki manfaat yang sangat banyak. Mulai dari penyedap masakan hingga obat berbagai...