Riset: Akupuntur, Protokol Pengobatan Aman bagi Pasien Pasca Stroke

Akupuntur adalah salah satu terapi dalam pengobatan tradisional China yang telah terbukti aman dan efektif dalam mengatasi berbagai jenis kondisi medis. Penelitian terbaru yang dilansir dari laman HealthCMi, menunjukkan bahwa akupuntur juga dapat digunakan untuk mengatasi inkontinensia urin pada pasien yang mengalami stroke.

Penelitian ini dilakukan di tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Yueyang (berafiliasi dengan Shanghai University of Traditional Chinese Medicine), Shaanxi Hospital of Traditional Chinese Medicine, dan Tianjin People’s Hospital. Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 160 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok akupuntur manual dan kelompok Elektroakupunktur.

Pada kelompok Elektroakupunktur, pasien diberikan perawatan dengan menggunakan alat elektronik yang digunakan untuk menstimulasi titik-titik akupuntur tertentu. Sementara pada kelompok akupuntur manual, pasien diberikan perawatan dengan cara biasa yaitu dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke titik-titik akupuntur tertentu.

Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi tiga skala, yaitu Overactive Bladder Symptom Score (OABSS), International Consultation on Incontinence Questionnaire-Urinary Incontinence Short Form (ICIQ-UI SF), dan International Prostate Symptom Score (IPSS). Skor yang lebih tinggi menunjukkan kondisi yang lebih parah.

Setelah perawatan, ditemukan bahwa kelompok Elektroakupunktur memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok akupuntur manual. Perbedaan antara kedua kelompok tetap signifikan hingga tiga bulan setelah perawatan.

Inkontinensia urin adalah kondisi yang sering terjadi pada pasien yang mengalami stroke. Namun, dengan menggunakan akupuntur, pasien dapat mengalami perbaikan yang signifikan pada gejala inkontinensia urin yang mereka alami. Akupuntur dinilai lebih aman dibandingkan berbagai opsi terapi lainnya karena tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa akupuntur, terutama Elektroakupunktur, dapat digunakan sebagai terapi yang efektif untuk mengatasi inkontinensia urin pada pasien yang mengalami stroke. Hal ini menunjukkan bahwa akupuntur merupakan pilihan terapi yang baik bagi pasien yang mengalami stroke dan mengalami inkontinensia urin.

BACA JUGA  Pecinta Hewan di Tiongkok Beralih ke Perawatan Terapi Akupuntur

Selain itu, akupuntur juga dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam perawatan pasien stroke, yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, seperti semua terapi, selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau praktisi akupuntur yang berpengalaman sebelum memulai terapi ini.

Dan jangan lupa, akupuntur merupakan terapi yang holistik yang dapat digunakan bersama dengan terapi lainnya. Sehingga dalam mengatasi suatu masalah kesehatan, selalu penting untuk mengambil pendekatan yang terintegrasi dan sesuai arahan ahli.

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...