Setelah Terapi Yang Sheng Tidak Boleh Minum Kopi atau Teh. Kenapa?

Memiliki manfaat serupa dengan Akupuntur, terapi Yang Sheng menjadi alternatif menarik bagi banyak orang. Selain baik untuk penyembuhan, terapi non-jarum ini juga bagus dijalani mereka yang sehat agar tetap prima.

“Terapi Yang Sheng bisa juga digunakan untuk menjaga kecantikan baik wajah maupun tubuh. Semisal untuk mengencangkan kulit, dan mengecilkan perut dan lengan,” kata Ahli Akupuntur dari Medan, dr. Jimi Wihono.

dokter Jimi mengatakan, ada tiga manfaat jajal terapi Yang Sheng untuk kesehatan. “Pertama, untuk melancarkan saraf. Kedua, guna mengencangkan otot. Dan ketiga, membersihkan saluran limpa,” ujarnya.

Terapi Yang Sheng, katanya, menggunakan sarung tangan khusus yang memungkinkan titik aktif biologis dirangsang ke arah yang benar untuk mencapai hasil terbaik. “Perangkat ini menggabungkan teknik pengobatan tradisional Tiongkok dan sains modern.”

- Advertisement -

Setelah Terapi Yang Sheng Tidak Boleh Minum Kopi atau Teh. Kenapa?

Bagaimana Proses Terapinya ?

Sebelum terapi, perawat mengoleskan krim beraroma ‘mirip’ bambu, di sekujur punggung dan sebagian di bagian bokong pasien. Krim tersebut merupakan bagian dari terapi agar getarannya terasa ke saraf.

Saat sarung tangan khusus terapi tersebut mulai menyentuh, sensasi getaran mulai menjalar ke bagian paling dalam di tubuh pasien. Sensasi paling terasa adalah ketika menyeka bagian bokong. Mesin terapi akan mati dengan sendirinya setelah menyentuh waktu 45 menit.

Seusai terapi, perawat akan menempelkan plastik khusus dari bagian punggung hingga bokong. Tujuannya, agar ramuan rempah yang dibalurkan setelah terapi bisa menyerap lebih maksimal dan tidak mengenai baju pasien. “Selain itu, setelah terapi tidak boleh mandi dalam rentang waktu 4 jam. Supaya, memberikan kesempatan kepada Tubuh untuk mengembalikan fungsinya,” ucap dokter Jim.

Dokter Jim juga mengingatkan, setelah terapi Yang Sheng, pasien sebaiknya tidak boleh minum teh dan kopi untuk beberapa jam.

BACA JUGA  Cara Mengobati Tremor dengan Yang Sheng

“Kopi dan teh mengandung kafein. Kafein dapat menyebabkan palpitasi jantung pada orang yang sensitif terhadap kafein dan mereka yang memiliki kondisi jantung yang mendasarinya. Jika Anda baru mengonsumsi kafein setelah terapi, pasien mungkin mengalami gejala dada berdebar-debar.”

Selain di Klinik Yakin Sehat, dr. Jimi juga membuka layanan terapi Yang Sheng di Klinik Hidup Baru di di Jalan Gaharu No 12 Simpang Tusam. “Bisa dibilang baru kita yang membuka layanan terapi Yang Sheng di Indonesia. Sekarang kita sudah berani untuk ekspansi, setelah melihat hasil yang bagus untuk menyembuhkan pasien kami,” pungkas ahli akupuntur yang berencana membuka cabang ke Jakarta.

“Yang ingin melakukan terapi akupuntur di Klinik Hidup Baru dan Klinik Yakin Sehat bisa datang setiap Senin sampai Sabtu dari pukul 09.00 sampai 19.00 WIB,” kata dr. Jim, seraya menambahkan bahwa terapi ini kini lebih banyak jadi pilihan di Rusia dan negara Eropa lainnya.

(Ananata Bangun)

TERBARU

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan...

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif,...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya...

Mengenal Ventosa, Alat Kesehatan Tradisional dari Eropa yang Mirip Bekam

Terapi Ventosa, yang mirip dengan bekam, adalah salah satu...

Fitofarmaka, Memanfaatkan Kekuatan Obat Herbal untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Fitofarmaka, juga dikenal sebagai obat herbal, merupakan produk yang...

Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada 5 Penyakit ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau jemaah haji Indonesia waspada dengan...

Mengenal Terapi Herbal dari Kashmir

Dikenal karena keanekaragaman hayatinya, Kashmir merupakan tempat yang kaya...

Menkes Budi Launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) Semarang

Pada tanggal 30 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi launching Wingko (Wolbachia Ing Kota) di Kota Semarang. Wolbachia merupakan salah satu inovasi dalam...

Pakar Akupuntur Jelaskan Manfaat TCM dalam Menyembuhkan Demensia

Manfaat TCM dalam menyembuhkan demensia semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah lama dikenal sebagai pendekatan holistik dalam menjaga...

Makanan Untuk Mengatasi Cemas Asal Jepang yang Bisa Anda Coba

Para peneliti di Osaka Metropolitan University telah melakukan penemuan menarik yang dapat mengubah cara kita memandang makanan dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres....

Memahami Apa itu Integrative Medicine

Integrative Medicine, atau yang dikenal juga sebagai pengobatan integratif, merupakan pendekatan medis yang menggabungkan metode-metode konvensional dengan terapi komplementer dan alternatif. Konsep ini berfokus...

Kemenkes Beri Penghargaan Inovator Teknologi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para inovator teknologi kesehatan terbaik di Indonesia dalam acara Health Innovation Day 2023. Penghargaan dari Kemenkes...

Termasuk Penyembuh HIV/AIDS, Berikut Beberapa Pengobatan Herbal Terkenal dari Afrika

Pengobatan herbal tradisional telah menjadi bagian penting dari budaya Afrika selama ribuan tahun. Benua ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis...