Akupuntur diklaim sebagai terapi tradisional yang efektif di kala pandemi covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. Karena keefektifan akupuntur ini, salah satu tempat pengobatan menjadi tempat yang lebih diminati. Simak penjelasannya berikut ini.

Tempat Terapi Tradisional

Terapi tradisional dijadikan sebagai pengobatan alternatif yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Pijat refleksi, bekam, akupuntur, akupresur dan gua sha atau kerokan ala Cina merupakan terapi tradisional yang bisa digunakan untuk sembuhkan penyakit.

Di Jombang, terdapat seorang ahli terapis yang bisa menggunakan kelima cara tersebut dan hal ini membuat tempat terapinya menjadi lebih diminati. Pemilik terapi ini adalah Lewang Hadi Sunaryo atau Tabib Wang.

Tabib Wang ini mendapat pengetahuan teknik pengobatan tradisional itu dari buku yang ia baca, belajar dari beberapa orang dan mengambil jurusan akupuntur.

Saat pandemi covid-19 melanda, tempat terapi milik Tabib Wang ini didatangi oleh pasien yang jumlahnya dua kali lipat dari biasanya. Jumlah pasien yang bertambah ini disebabkan karena rekomendasi dari pasien lamanya.

Penyakit yang diderita oleh pasien dominan penyakit berat seperti diabetes, kanker dan stroke. Mereka lebih memilih menggunakan terapi tradisional karena takut tertular virus jika datang ke rumah sakit.

Saat pandemi covid-19 ini, Tabib Wang menggunakan protokol kesehatan saat mengatasi pasiennya. Contohnya, ia menggunakan masker dan handsanitizer dan uniknya, masker yang ia pakai dibalur oleh minyak telon.

Bahkan handsanitizer pun ia ganti dengan minyak tersebut. Alasannya karena segala jenis virus akan kalah dengan minyak kayu putih dan pengetahuan ini sudah ada sejak zaman dahulu.

Di tengah berkembangnya teknologi, Tabib Wang mempromosikan pengobatannya dengan metode getok ular. Karena banyak diminati, pasien dari luar negeri seperti Malaysia dan Filipina juga menggunakan jasa Tabib Wang.

Teknik Pengobatan

Tabib Wang mengkombinasikan 3 teknik, yaitu sentuhan, nutrisi dan meditasi. Sentuhan yang dimaksud seperti terapi akupuntur, bekam, akupresur, pijat refleksi dan gua sha. Saat melakukannya, Tabib Wang juga menggunakan bacaan doa dan ayat suci Al-Quran.

Sedangkan nutrisi yang dimaksud adalah asupan makanan, yaitu memakan makanan yang bertekstur lembut, meminum air rebusan beras yang dicampur garam, air kelapa dicampur madu dan lainnya.

Terakhir, meditasi yang bertujuan untuk memperbaiki emosi pasien. Ketiga perpaduan metode pengobatan ini dinilai cukup efektif.

Jadi, terapi tradisional di kala pandemi covid-19 ini, bisa dijadikan ladang rezeki khususnya bagi Tabib Wang yang metode pengobatannya lebih diminati dibandingkan dengan yang lainnya.