Termasuk Akupresur, Ini 4 Tips Ampuh Jaga Kualitas Tidur Pasien Kanker

Dikenal sebagai penyakit yang berbahaya, selain berdampak pada kesehatan tubuh dan mental, kanker beserta pengobatannya juga dapat mengganggu tidur. Dalam artikel ini dipaparkan tips untuk jaga kualitas tidur pasien kanker, termasuk di antaranya adalah terapi akupresur.

National Cancer Institute melaporkan bahwa lebih dari 50 persen pasien kanker mengalami kesulitan tidur. Padahal, pasien kanker butuh istirahat cukup untuk menjaga kondisi tubuh agar kuat menjalani pengobatan.

Apakah ada cara untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien kanker? Mari simak beberapa tips berikut ini.

1. Olahraga Teratur

Meskipun sedang menjalani pengobatan kanker, pasien tetap disarankan untuk berolahraga.

Olahraga memberi banyak manfaat baik bagi tubuh. Bagi pasien kanker, olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kekebalan tubuh, mencegah stres dan depresi, hingga mengurangi adanya efek samping pengobatan.

Olahraga yang teratur juga membantu pasien untuk dapat tidur lebih nyenyak. Bicarakan pada dokter mengenai jenis dan frekuensi olahraga yang bisa dilakukan selama menjalani pengobatan.

2. Rutinitas Jam Tidur dan Bangun yang Sama

Rutinintas tidur dan bangun pada waktu yang sama akan membuat tubuh terbiasa memiliki waktu tidur yang sama, hingga akhirnya dapat mengatasi masalah tidur.

Sebisa mungkin jadwalkan waktu tidur malam dan bangun pagi pada waktu yang sama setiap harinya, termasuk pada akhir pekan dan hari libur.

3. Terapi Pijat Akupresur & Mental

Pijat akupresur merupakan salah satu terapi fisik yang diyakini dapat membantu menurunkan kecemasan, rasa nyeri, dan gejala lainnya yang dialami pengidap kanker.

Selain itu, terapi lain seperti meditasi, relaksasi, serta terapi perilaku dan kognitif juga dapat membantu menenangkan pikiran dan membantu memperbaiki kualitas tidur pasien.

BACA JUGA  Manfaat yang Bisa Didapat dari Akupuntur untuk Tubuh

4. Hindari Kafein dan Alkohol

Minuman seperti soda, teh, kopi, serta makanan seperti cokelat batangan adalah beberapa contoh yang dapat mengganggu pola tidur pasien kanker. Begitu juga dengan alkohol, baik dalam bentuk minuman maupun makanan.

5. Cek Obat-obatan yang Dikonsumsi

Beberapa obat kanker memang dapat menimbulkan efek samping yang membuat pasien sulit tidur, misalnya prenidson yang masuk dalam golongan obat steroid.

Cek kembali obat-obatan yang Anda konsumsi dan bicarakan pada dokter mengenai hal tersebut serta kemungkinan merubah dosis atau mengganti obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Gangguan tidur pada pasien kanker umumnya disebabkan oleh efek samping kemoterapi dan obat-obatannya, hingga pengaruh stres karena memikirkan kondisi kesehatan.

Pasien kanker pun banyak yang mengalami stres berat karena merasa jenuh, terasingkan, atau terjebak setelah terlalu lama menjalani pengobatan di rumah sakit.

Demikian sejumlah kiat untuk menjaga kualitas tidur pasien kanker. Jika Anda masih mengalami gangguan tidur yang cukup lama setelah melakukan beberapa langkah di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. [AB]

TERBARU

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami....

Studi Etnomedisin Batak Karo, Temukan 4 Pengobatan Tradisional ini

Praktik etnomedisin merupakan warisan budaya tradisional yang sangat berharga...

Mengenal Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST), Terapi Baru yang Dikembangkan dari Gua Sha atau Kerokan

Holographic Meridian Scraping Therapy (HMST) adalah teknik penyembuhan yang...

Nepal Merintis Diplomasi Herbal, Bagaimana Bisa?

Gaya hidup yang paham teknologi saat ini membuat kita...

Menyehatkan Kulit hingga Pencernaan, Mari Simak Manfaat dari Bunga yang Dapat Dimakan ini

Montana Honeylion, pendiri Warrior Peak Botanicals, memiliki minat yang...

Tertarik Jajal Terapi Kerokan atau Gua Sha? Ketahui Dulu Efek dan Cara Amannya

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa kerokan atau gua sha jamak dilakukan ketika seseorang mengalami masuk angin. Namun, Ketua Umum PIKTI Dr. Dr. Ekawahyu Kasih, S.Pd.,...

Tertarik Konsumsi Suplemen, Baca Dulu Anjuran Dokter Bedah ini

Banyak orang menganggap bahwa suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, dan kesehatan secara keseluruhan. Meski...

Kasus Diabetes Anak Makin Marak, Apa Penyebabnya?

Indonesia memiliki masalah serius dengan meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak. Melansir laman BBC Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa prevalensi...

Apakah Pengobatan Tradisional Masih Digunakan? Ini Penjelasan Lembaga WHO

Pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari kesehatan global, WHO menyampaikan bahwa diperkirakan 88% negara anggota telah menggunakan praktik seperti obat herbal, akupuntur, dan terapi...

Lembaga ini Tekankan Pentingnya Literasi Jamu Nusantara

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai ramuan jamu dan tanaman obat. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang jamu masih terbatas pada Pulau Jawa. Setiap...

Memahami Penanganan Penyembuhan Paska Stroke

Penanganan penyembuhan pasca serangan stroke sangat penting untuk dipahami. Praktisi dan Dosen Tuina, Didik Waluyo, Ir. M.Med menjabarkan ihwal ini dalam PIKTI E-Seminar Seri...