Tim Peneliti Harvard Temukan Fakta Sains di Balik Akupuntur

Profesor neurobiologi dari Harvard Medical School berhasil menemukan fakta sains di balik akupuntur. Hasil studi tersebut telah diterbitkan di Jurnal Nature pada Oktober 2021.

Penelitian ini bermula melalui uji coba pada tikus yang ditancapkan jarum layaknya akupuntur.

“Studi ini menyentuh salah satu pertanyaan paling mendasar di bidang akupunktur. Apa dasar neuroanatomi untuk pemilihan titik akupuntur di tubuh?” kata Qiufu Ma sebagaimana dikutip dari situs resmi Harvard Medical School.

Dari uji coba tersebut, peneliti berhasil mengamati bahwa terdapat neuron-neuron tertentu di daerah belakang tubuh, seperti punggung atau belakang kaki, yang akan aktif apabila mendapatkan tusukan.

Sederhananya, neuron merupakan sel-sel saraf dan cabang halus di dalam tubuh.

Harvard Medical School menyebut bahwa akupuntur bekerja dengan memberikan rangsang secara mekanis pada sejumlah titik di tubuh sehingga memicu sinyal saraf untuk memengaruhi saraf lain, termasuk organ.

Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa tidak semua titik di tubuh akan bereaksi dengan akupuntur.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh Ma sebelumnya, peneliti menemukan bahwa bagian belakang tubuh cenderung lebih sensitif terhadap titik akupuntur.

Temuan tersebut menjawab bahwa akupuntur cenderung bekerja dengan baik pada tubuh bagian belakang, tetapi tidak bekerja untuk bagian perut.

“Berdasarkan distribusi serabut saraf ini, kita hampir dapat memprediksi dengan tepat di mana stimulasi listrik akan efektif dan mana yang tidak efektif,” jelas Ma.

Akupuntur Elektrik sebagai Variasi Pengobatan

Meskipun berasal dari Tiongkok dan dipercaya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu, Harvard Medical School melaporkan bahwa akupuntur semakin dipercaya dan digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif di beberapa negara barat.

Bahkan, seiring perkembangannya, terdapat variasi pengobatan akupuntur lain dengan mengaliri listrik pada jarum-jarum akupuntur. Beberapa sumber menyebut variasi ini sebagai akupuntur elektrik.

BACA JUGA  Lima Teh Herbal yang Aman untuk Ibu Hamil

Cara kerja variasi ini sama dengan akupuntur tradisional. Namun, ketika jarum ditancapkan ke tubuh, pasien akan merasakan sengatan halu dan terukur dari listrik yang dialirkan melalui jarum.

Berbeda dengan akupuntur tradisional yang mungkin menimbulkan nyeri pada bagian wilayah tusukan lain, Ma beserta timnya justru menemukan bahwa akupuntur elektrik memiliki sifat yang lebih spesifik.

Artinya, rangsangan elektrik atau rasa nyeri akupuntur hanya dirasakan pada wilayah jarum ditancapkan dan tidak di titik-titik lainnya.

Berkat temuannya tersebut, Ma berharap bukti ilmiah ini akan memajukan pemahaman tentang akupuntur dan neuron di tubuh manusia sekaligus memberikan informasi praktis agar pengobatan tradisional asal Tiongkok ini dapat digunakan secara efektif.

Akupuntur merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional asal Tiongkok dengan menancapkan sejumlah jarum pada titik tertentu guna mengurangi rasa nyeri atau penyakit lain.

Pengobatan akupuntur telah lama menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Dan hasil studi tim peneliti dari Harvard mengenai akupuntur, menjadi rujukan baru dalam dunia fakta sains. [AB]

TERBARU

Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia: Dasar Hukum hingga Kemitraan

Pelayanan kesehatan tradisional telah diakui keberadaannya sejak dahulu kala...

Seminar PIKTI: Integrative Care for Chronic Cough

Seminar untuk umum via Zoom Meeting Pendaftaran Gratis 📝 dapat...

Simak Kegunaan Hipnoterapi Dalam Mengatasi Kecanduan

Hipnoterapi adalah metode pengobatan berbasis bukti yang digunakan untuk...

Mengenal Terapi CBT dan Cara Kerjanya Dalam Mengatasi Adiksi

Cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah terapi psikologi yang populer dan...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia...

Kasusnya Mulai Turun di Indonesia, Apa itu Stunting? Bagaimana Mengatasinya dengan Pengobatan Tradisional?

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi...

Akupunturis di Zimbabwe Jadikan TCM Terjangkau bagi Penduduk setempat

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi medis alternatif yang...

Ahli Kesehatan Tradisional Himbau Ramuan Herbal Tak Boleh Diberikan kepada Bayi, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, viral soal bayi 54 hari yang...

Simak Rekomendasi Cara Mengatasi Adiksi Narkoba Menurut Psikolog UI

foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiyaAdiksi narkoba merupakan masalah serius yang menyebabkan...

Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia: Dasar Hukum hingga Kemitraan

Pelayanan kesehatan tradisional telah diakui keberadaannya sejak dahulu kala dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Berikut ini pemaparan dari...

Seminar PIKTI: Integrative Care for Chronic Cough

Seminar untuk umum via Zoom Meeting Pendaftaran Gratis 📝 dapat E-Sertifikat (Untuk mendapatkan E-Sertifikat dimohon registrasi dulu & nama saat pendaftaran dan nama di Zoom harus...

Simak Kegunaan Hipnoterapi Dalam Mengatasi Kecanduan

Hipnoterapi adalah metode pengobatan berbasis bukti yang digunakan untuk mengatasi kecanduan dan masalah psikologis lainnya. Proses ini menggabungkan hipnosis, yaitu perubahan kesadaran yang diinduksi...

Mengenal Terapi CBT dan Cara Kerjanya Dalam Mengatasi Adiksi

Cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah terapi psikologi yang populer dan efektif dalam mengatasi berbagai masalah emosional dan perilaku, termasuk adiksi. CBT didasarkan pada teori bahwa...

Mengenal Moksibusi: Definisi hingga Penerapannya

Moksibusi atau moxibustion adalah sebuah pengobatan luar yang berasal dari pengobatan tradisional China. Praktiknya melibatkan seorang praktisi yang membakar ramuan moxa pada atau di...

Mengenal Pengobatan Tradisional khas Bali

Orang Bali hidup dalam dua dunia yang berbeda: dunia fisik atau yang disebut sekala dan dunia spiritual atau psikis yang disebut niskala. Dalam pengobatan...