Pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) telah digunakan oleh para penyembuh di seluruh dunia selama berabad-abad untuk mencegah dan mengobati penyakit. TCM termasuk akupunktur serta potongan herbal. Namun, seiring dengan peringatan dari petugas medis, diketahui bahwa calon ibu yang mengonsumsi obat-obatan tradisional Tiongkok dapat membahayakan kesehatan bayi mereka.
Melansir laman Daily Mail, peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai telah melakukan penelitian dengan memeriksa kesehatan bayi yang lahir dari 16.000 wanita di seluruh negeri. Hasilnya menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang menjalani pengobatan tradisional saat hamil dua kali lebih mungkin mengalami cacat lahir, dibandingkan dengan ibu yang tidak.
Para ahli mengklaim obat-obatan tersebut dapat membawa ‘risiko malformasi janin yang signifikan’ dan mendesak ibu hamil untuk menggunakan terapi ‘dengan hati-hati’. Hal ini dikarenakan produk herbal dapat terkontaminasi dengan senyawa beracun, logam berat dan pestisida, yang semuanya dapat memiliki efek samping.
Studi ini dilakukan antara Agustus 2017 dan 2020, dengan wanita dari 23 rumah sakit menjalani USG, survei klinis, dan pemeriksaan. Dibagi menjadi tiga kelompok, sekitar 12.334 wanita tidak minum obat, sementara 4.128 diberi obat barat dan 189 menggunakan TCM. Wanita hamil yang telah meminum setidaknya satu resep TCM dianggap oleh petugas medis memiliki paparan TCM.
Hasil menunjukkan bahwa, per 1.000 janin yang terpapar TCM, rata-rata 34,6 janin memiliki ‘malformasi kongenital’ — atau cacat lahir — dibandingkan dengan 14,6 di antara mereka yang tidak terpapar. Menulis di jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, dokter mengatakan: “Janin yang terpapar TCM memiliki peningkatan risiko kelainan bawaan dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar.”
Faktor-faktor lain bisa melencengkan hasil, yang berasal dari studi observasional. Namun, tetap diingat bahwa risiko terhadap bayi dalam kandungan harus dihindari dan dijaga dengan hati-hati. TCM yang paling umum digunakan untuk pengobatan influenza atau peradangan gestasional adalah Pudilan, kata dokter.
Salah satu penulis studi Jiang-Nan Wu, dari Universitas Fudan, menambahkan: “Untuk meningkatkan pengobatan tradisional Tiongkok, kita harus lebih memperhatikan bahayanya — terutama identifikasi bahan teratogenik — sementara juga mengevaluasi efek terapeutiknya.”



