Momen Gerakan 30 September akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia, terlebih bagi Putu Oka Sakunta. Pada waktu itu, tepatnya setahun sebelum gerakan itu dilangsungkan, ia pergi ke Jakarta. Tujuannya untuk menjadi guru sastra Indonesia di sebuah sekolah. Di usianya yang masih muda, ia juga pernah menjadi wartawan lepas, penyiar radio hingga menulis sastra.

Namun naas, dua tahun berselang, ia ditangkap namun tanpa peradilan apapun. Alasannya, ia diketahui terlibat dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat yang dituding memiliki keterkaitan dengan PKI. Ia menjalani masa penjara selama 10 tahun di Salemba dan Tanggerang. Momen itu memang sangat menyedihkan jika diingat. Namun kali ini tidak membahas hal itu lebih lanjut. Melainkan membahas mengenai pengalaman Putu Oka mendapatkan ilmu akupuntur.

Putu Oka Sakunta, Dari Penjara Hingga Jadi Ahli Akupuntur

Saat menjalani masa tahanan, ia diketahui berbagi sel dengan sensei yang bernama Lie Tjwan Sien. Orang ini merupakan tabib tradisional yang kemudian mengenalkan akupuntur kepada pria ini. Pengobatan ini lantas digunakan untuk membantu orang lain yang sakit, sampai akhirnya digunakan untuk profesinya.

“Ketika keluar [penjara], profesi yang lama [sebagai guru dan wartawan] sudah enggak bisa [dikerjakan] lagi, jadi aku mencoba untuk mendalami akupuntur secara profesional, berguru ke beberapa sensei akupunturis yang bersedia menerima murid,” kata Putu, dikutip dari Tirto.

Putu akhirnya menjalani profesi sebagai ahli akupuntur yang membuka praktek pengobatan setiap minggunya. Di Indonesia sendiri, banyak orang yang tertarik dengan terapi ini. Meski berasal dari luar negeri, namun keampuhan pengobatannya menjadi alasan utama. Pada waktu itu, para pasien Putu juga tidak masalah dengan statusnya sebagai mantan tahanan. Pasien lebih tertarik dengan pengobatan akupuntur untuk menyembuhkan penyakit mereka.

Sejak dulu, Akupuntur memang dikenal sebagai pengobatan akupuntur yang ampuh. Sejak ribuan tahun yang lalu sudah dipakai sebagai pengobatan alternatif. Metode pengobatan ini dengan menusukan jarum-jarum khusus ke area tubuh yang sudah ditentukan. Bagi sebagian orang mungkin akan takut menjalani terapi ini. Namun setelah mengetahui hasilnya, tak sedikit yang kemudian memilih pengobatan ini.